SUKABUMI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nusa Putra Desa Karangpapak telah mengadakan kegiatan sosialisasi yang berfokus pada pentingnya menjaga lingkungan dan pencegahan stunting di Dusun Naringgul, Desa Karangpapak, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini melibatkan seluruh wilayah RT 7, mulai dari RT 1 hingga RT 6, dengan lokasi kegiatan yang tersebar di Paud KB Delima, Mushola Naringgul, dan MTS Ummul Barokah.
Tujuan utama dari sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Dusun Naringgul tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mencegah stunting, masalah gizi yang masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Kegiatan ini diawali dengan pemaparan mengenai pentingnya kepedulian terhadap lingkungan oleh tim KKN yang terdiri dari Firani Amanda, Azizah Sayida, Riki Riyana, dan M. Rizal.
Dalam pemaparannya, mereka menjelaskan bahwa kebersihan lingkungan bukan hanya soal estetika, tetapi juga berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat. “Lingkungan yang bersih dapat mencegah berbagai penyakit dan meningkatkan kualitas hidup warga,” jelas Firani Amanda.
Dalam kesempatan ini, tim KKN juga memberikan edukasi tentang pengelolaan sampah yang baik dan benar, termasuk pentingnya daur ulang. Mereka menekankan bahwa sampah, jika dikelola dengan baik, dapat diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat, bukan sekadar limbah yang merusak lingkungan.
Demonstrasi pemanfaatan sampah anorganik menjadi salah satu bagian menarik dari kegiatan ini. Para mahasiswa menunjukkan cara membuat tempat sampah dari botol plastik bekas, sebagai contoh kreativitas yang dapat dilakukan dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar.
Edukasi ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan sampah dan sekaligus meningkatkan kebersihan lingkungan sekitar mereka.
Setelah sesi pertama mengenai lingkungan, sosialisasi beralih ke tema pencegahan stunting, yang disampaikan oleh Cucu Rustini, Siti Kaerunnisa, Bintang Cahya, dan Thoriq. Mereka memberikan penjelasan mengenai dampak buruk stunting terhadap pertumbuhan anak, termasuk risiko rendahnya perkembangan kognitif dan fisik pada anak yang mengalami stunting.
Sosialisasi ini menyoroti pentingnya asupan gizi seimbang sejak dini, dengan penekanan pada pola makan yang sehat dan kebiasaan hidup bersih sebagai upaya preventif terhadap stunting.
Sesi ini juga diwarnai dengan diskusi interaktif, di mana warga Dusun Naringgul diajak untuk bertanya dan berbagi pengalaman terkait masalah stunting. Para mahasiswa menjawab berbagai pertanyaan warga, mulai dari cara menyediakan makanan bergizi dengan bahan yang tersedia di desa, hingga pentingnya menjaga kebersihan rumah dan lingkungan untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Salah satu warga, Ibu Lilis (37), mengungkapkan kekhawatirannya mengenai masalah stunting yang terjadi pada anaknya dan mengaku merasa terbantu dengan informasi yang disampaikan oleh mahasiswa.
“Saya jadi lebih paham bagaimana cara mencegah stunting, terutama dengan memberikan makanan yang bergizi dan menjaga kebersihan rumah,” katanya.
Vira Safitri, Ketua KKN Universitas Nusa Putra Desa Karangpapak, dalam sambutannya menyampaikan harapannya bahwa kegiatan ini dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat Dusun Naringgul.
“Kesehatan dan lingkungan yang baik adalah kunci untuk pembangunan desa yang lebih maju. Kami berharap, melalui sosialisasi ini, masyarakat dapat lebih peduli dan aktif dalam menjaga kesehatan anak-anak mereka serta lingkungan sekitar,” ujarnya.






