Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Mahasiswa Agribisnis Universitas Muhammadiyah Sukabumi Juara di Kompetisi Internasional ASEAN Business Network dan IWSC

×

Mahasiswa Agribisnis Universitas Muhammadiyah Sukabumi Juara di Kompetisi Internasional ASEAN Business Network dan IWSC

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Agribisnis Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Sukabumi – Ujang Apriansyah, mahasiswa Agribisnis dari Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), berhasil mengharumkan nama kampusnya dengan meraih juara di dua kompetisi internasional bergengsi, yakni ASEAN Business Network (ASBN) dan International Walisongo Science Competition (IWSC). Prestasi ini menjadi bukti nyata kemampuan mahasiswa Indonesia di kancah global.

Dalam kompetisi ASBN, Ujang Apriansyah bersama timnya berhasil meraih predikat Best Essay 1st. Sementara di IWSC, ia bersama timnya, yang terdiri dari M. Adiyasa FA, M. Galuh T., dan Najwa Aliyah S., meraih Bronze Medal. Kompetisi-kompetisi ini diikuti oleh berbagai perguruan tinggi ternama di Asia Tenggara, menjadikan kemenangan ini semakin berharga.

Bank bjb Tandamata

Neneng Kartika Rini, dosen pembimbing Ujang dalam IWSC dan ASBN, menyampaikan rasa bangganya atas prestasi yang diraih oleh mahasiswa bimbingannya. “Kami sebagai dosen Agribisnis Faperta UMMI merasa sangat bangga atas prestasi ini. Tahun ini, peningkatan prestasi mahasiswa, baik di tingkat nasional maupun internasional, meningkat 100%. Ini tentu tidak lepas dari semangat mahasiswa untuk terus mengikuti kompetisi dan kegigihan mereka dalam menjalani prosesnya,” ujar Neneng.

Menurutnya, keberhasilan Ujang dan timnya bukan hanya karena kemampuan akademik, tetapi juga karena ketekunan mereka dalam melewati setiap tahapan kompetisi. “Tidak hanya cukup mengirimkan artikel ilmiah, tetapi pada semifinal mereka harus membuat video dan presentasi dalam bahasa Inggris. Mahasiswa berhasil melaluinya dengan sabar dan tekun,” tambah Neneng.

Dengan jumlah mahasiswa Agribisnis yang semakin banyak, Neneng optimistis bahwa prestasi mahasiswa UMMI akan terus meningkat. “Tahun ini kami memiliki tiga kelas mahasiswa Agribisnis, dan kami yakin prestasi mahasiswa akan terus terealisasi,” tuturnya.

Prestasi yang diraih Ujang Apriansyah dan rekan-rekannya tidak hanya memberikan kebanggaan bagi mereka pribadi, tetapi juga berdampak positif pada Program Studi Agribisnis UMMI. “Setiap tahun, prestasi nasional dan internasional yang diraih oleh mahasiswa kami mampu mempertahankan Indikator Kinerja Utama (IKU) dan menjaga akreditasi Program Studi Agribisnis tetap unggul. Ini juga memberikan kontribusi besar bagi cita-cita UMMI untuk menjadi kampus yang unggul dan bereputasi,” kata Neneng.

Selain itu, prestasi ini juga menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja di masa depan. “Pengalaman ini bisa menjadi catatan akademis yang penting dan juga bukti dokumen prestasi yang akan berguna dalam kompetisi yang lebih luas, serta dalam karir mereka di masa depan,” jelasnya.

UMMI memberikan penghargaan berupa piagam dan uang pembinaan kepada mahasiswa yang meraih prestasi internasional. Penghargaan tersebut diberikan oleh Program Studi, Fakultas Pertanian, hingga Wakil Rektor III Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, serta Rektor UMMI. “Reward juga diberikan kepada dosen pembimbing yang telah sabar mendampingi mahasiswa hingga meraih prestasi terbaik,” kata Neneng.

Ujang Apriansyah sendiri merasa sangat bersyukur dan bangga bisa meraih juara di tingkat internasional. “Alhamdulillah, saya masih terkejut bisa meraih posisi ini karena saingannya merupakan PTN-PTN ternama dan top rank university dari 137 peserta yang mendaftar,” ujarnya.

Menurut Ujang, kemenangan ini adalah pencapaian luar biasa, terutama karena ia bisa membawa nama baik UMMI dan Program Studi Agribisnis. “Tentu saja, kemenangan ini tidak lepas dari kerja keras dan dukungan dari berbagai pihak, terutama orang tua, dosen pembimbing, dan teman-teman,” tambahnya.

Ujang juga menjelaskan bahwa ia mengikuti kompetisi ini atas inisiatif sendiri setelah menemukan informasi kompetisi di Instagram. “Saya mendaftar di kategori International Essay Competition secara mandiri, lalu setelah itu panitia membentuk grup secara acak dari 137 peserta, dan terbentuk 45 grup dengan 3 orang setiap grupnya,” jelasnya.

Persiapan Ujang untuk kompetisi ini cukup matang. Sebelumnya, ia telah mengikuti kompetisi-kompetisi nasional kategori Bahasa Inggris dan berhasil meraih 3 Gold Medal dan 3 Silver Medal. “Persiapan bahasa Inggris sangat penting, terutama dalam menyusun esai yang harus berbahasa Inggris. Saya juga melakukan pendampingan dengan dosen untuk tatacara penulisan esai yang baik dan benar,” tuturnya.

Kompetisi yang diikuti Ujang merupakan bagian dari The 1st International Conference of ASEAN School of Business Network 2024 di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Dengan tema besar “Enhancing the Integrated and Dynamic ASEAN: A Global, Resilient, and Inclusive Economy,” Ujang dan timnya memilih subtema “Partnership and Cooperation among ASEAN Region.”

Pengalaman ini memberikan pelajaran berharga bagi Ujang, terutama dalam hal kolaborasi dan berpikir kritis. “Saya berharap pencapaian ini bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman lain untuk terus berusaha dan berprestasi di tingkat internasional,” ujar Ujang dengan semangat.

Dengan prestasi yang diraihnya, Ujang Apriansyah telah membuktikan bahwa semangat juang, kerja keras, dan dukungan dari berbagai pihak adalah kunci utama untuk meraih sukses di tingkat internasional. Semoga pencapaian ini menjadi awal dari perjalanan panjang yang lebih gemilang bagi Ujang dan seluruh mahasiswa Agribisnis UMMI. (wdy)