SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – UPT Kantor Urusan Internasional (KUI) dan Language Centre Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) menyelenggarakan Graduation English for Specific Purposes (ESP). Ini merupakan salah satu kegiatan akademik dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Program pembelajaran ESP ini merupakan ciri khas yang dimiliki UMMI sejak tahun akademik 2016-2017.
“ESP merupakan program pelatihan bahasa Inggris secara terprogram,” kata Ketua Kantor Urusan Internasional UMMI Saprudin kepada Radar Sukabumi, Rabu (28/8).Yaitu sistem pembelajarannya mengadopsi dari perkuliahan yang dilaksanakan oleh akademik yang setara 12 SKS. Meliputi reading, speaking, writing dan listening yang masing-masing dua SKS. “Dari dua SKS itu kita bagi setiap semester,” imbuhnya.
Untuk semester pertama reading, speaking dan listening sehingga totalnya enam SKS. Sedangkan untuk semeter dua reading, speaking dan writing (6 SKS). Sehingga mahasiswa itu harus menempuh 12 SKS.”Perkuliahan ESP ini yakni dua SKS tetapi mahasiswa harus menempuh 12 SKS dengan mengikuti perkuliahan selama setahun,” ulasnya.
Mahasiswa dalam pembelajaran ESP mengikuti empat skill dalam bahasa Inggris. Speaking ditempuh dalam dua semester setara empat SKS, reading dalam dua semester setara empat SKS.”Listening dua SKS pada semester 1 dan writing dua SKS pada semester 2,” terangnya.
Saprudin menyebutkan, pada tahun akademik 2018-2019 jumlah mahasiswa yang mengikuti graduation sebanyak 817 orang dari semua program studi (Prodi) yang ada di UMMI. Dalam kegiatan ini dihadiri rektor dan wakil rektor, dekan, ketua prodi dan para instruktur ESP.
Dalam kegiatan pembelajaran ESP ini UPT KUI dan LC memberikan penghargaan kepada tiga mahasiswa terbaik, dan satu orang instruktur terbaik serta sepuluh besar terbaik. Adapun ketiga mahasiswa terbaik diraih oleh Diabo Paloso mahasiswa Prodi Teknik Informatika, Vionita Safira (Prodi Akuntansi)dan M . Naufal Luthfiyah (Prodi Teknik Sipil).
Sementara, instruktur terbaik diraih Asmi Yohana. Adapun reward yang diberikan kepada mereka yakni tour ke Malaysia gratis. Hal ini dilakukan guna mendorong mahasiswa agar lebih semangat lagi dalam belajar bahasa Inggris.
“Tidak hanya dalam satu tahun yang sudah dilewati tapi terus selalu belajar untuk masa yang akan datang, dan diharapkan mahasiswa dapat mengikuti kegiatan internasional dalam rangka mewujudkan Visi UMMI yang unggul dalam keilmuan dan keislaman, serta menjadikan kampus UMMI menjadi kampus yang go international,” tutupnya.
(wdy)




