PENDIDIKAN

Soal Larangan Study Tour, Ketua K3S Kecamatan Lembursitu Siap Patuhi Aturan 

×

Soal Larangan Study Tour, Ketua K3S Kecamatan Lembursitu Siap Patuhi Aturan 

Sebarkan artikel ini
Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Lembursitu, Jaji Suhendi
Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Lembursitu, Jaji Suhendi

Lebih lanjut, ia juga menanggapi berbagai tudingan yang menyebutkan adanya penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Program Indonesia Pintar (PIP). Seperti yang saat ini ramai diberitakan beberapa Waktu in di beberapa daerah. Menurutnya, tuduhan tersebut tidak berdasar karena pengelolaan dana BOS sudah sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) dan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) yang berlaku. Selain itu, setiap transaksi dilakukan secara non-tunai, sesuai dengan Rencana Anggaran Kegiatan Sekolah (RAKS), serta melalui proses pemeriksaan berlapis oleh Dinas Pendidikan, Inspektorat, dan bahkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Bank bjb Tandamata

“Kami tidak terima jika dituduh menyalahgunakan dana BOS atau PIP. Semua dana yang kami kelola sudah melalui proses yang transparan dan diawasi ketat oleh berbagai pihak. Setiap bulan kami melakukan rekonsiliasi dengan Dinas Pendidikan, lalu diperiksa oleh Inspektorat, dan bahkan bisa diaudit oleh BPK. Tidak ada celah bagi kami untuk bermain-main dengan dana tersebut,” tegasnya.

Salah satu wacana yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat mengenai pengelolaan dana BOS juga mendapat respons positif dari Jaji Suhendi. Menurutnya, jika nantinya dana BOS tidak lagi dikelola oleh kepala sekolah dan guru, melainkan oleh tenaga khusus yang disediakan pemerintah, maka hal ini akan sangat membantu tenaga pendidik untuk lebih fokus pada tugas utama mereka.

“Kami sangat mendukung rencana ini. Jika dalam waktu dekat pemerintah dapat menyediakan tenaga PNS atau pekerja khusus untuk mengelola dana BOS, maka kami bisa lebih konsentrasi pada pendidikan tanpa harus direpotkan dengan administrasi keuangan. Harapan kami, kebijakan ini bisa segera direalisasikan dalam waktu satu bulan ke depan,” ungkapnya.

Dengan berbagai langkah dan solusi yang telah diambil, Jaji Suhendi berharap agar dunia pendidikan dapat berjalan lebih tertib, transparan, dan tetap berorientasi pada kepentingan siswa. Ia juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama mencari solusi yang terbaik dalam setiap kebijakan yang diterapkan demi kemajuan pendidikan di Kecamatan Lembursitu dan Indonesia pada umumnya. (wdy/d)