kepada Radar Sukabumi di lokasi kejadian bencana longsor, Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.
Untuk mencapai lokasi bencana, dibutuhkan ratusan kilometer dari pusat Kota Sukabumi. Dari situ muncul semangat lebih dalam membantu dan membangun kembali tanah kelahirannya. Setelah menamatkan studinya, Ibrahim dan rekan di Musi bertekad membangun tanah kelahiran ke arah yang lebih maju.
Ketika bencana longsor terjadi, mereka sontak melakukan penggalangan dana, Senin (7/1) lalu. Kegiatan tersebut dilakukan di bilangan Jalan Ir. H. Djuanda. Penggalangan dana diprakarsai oleh Departemen Pengabdian Masyarakat Musi.
“Penggalangan dana ini juga memang jadi salah satu kewajiban mahasiswa. Di samping penelitian dan pengajaran, kita juga jangan melupakan pengabdian kita pada masyarakat,” Kata Ibrahim.
Penggalangan dana tersebut terkumpul uang tunai sebesar Rp1.978.500. Ibrahim menekankan untuk tidak melihat nominal yang diberikan, akan tetapi urgensinya berada di kesadaran anak muda terhadap daerah di sekelilingnya. Kedatangan Musi mendapat sambutan hangat dari Asep, Ketua Panitia Lokal (Panlok) Evakuasi Bencana.
“Terima kasih atas kedatangannya langsung ke lokasi kejadian. Bantuannya sendiri sangat membantu kami dalam membangun kembali Cisolok,” Terang Asep di Posko Pengumpulan Logistik di SD Cimapag, Sabtu (26/1).
Asep menuturkan, pengumpulan logistik sudah melampaui kapasitas. Posko pengumpulan sendiri berada di Desa Kasepuhan Sinar Resmi dan SD Cimapag. Di sisi lain, total bantuan berupa uang tunai yang sudah terkumpul hingga Kamis (24/1) sebesar lebih dari Rp180 juta.
Sementara itu, bantuan terus berdatangan dari berbagai organisasi. Asep menceritakan kini daerahnya perlu lebih banyak upaya trauma healing, terutama bagi anak-anak. Trauma yang diderita oleh anak-anak sekitar lokasi menuai kekhawatiran Asep akan berdampak signifikan saat tumbuh kembang anak tersebut.
Kini, Cisolok tengah berbenah. Mencoba sekuat tenaga bangkit dari bencana longsor yang melanda. Belajar dari lokasi kejadian yang rawan tertimbun longsor, Warga terdampak bencana sedang melakukan persiapan relokasi.”Warga sendiri yang udah kena rumahnya bakal pindah “Lokasi di sekitar desa kasepuhan yang lebih aman,” terang Asep.
(wdy/pkl)




