Sementara itu, guru PAI lainnya yang juga panitia acara ini, Hadi Rohandi menjelaskan bahwa metode pembelajaran yang digunakan dalam Smarttren ini meliputi ceramah dan sesi tanya jawab mengenai shaum Ramadhan. Selain itu, kegiatan tadarus Al-Qur’an dilaksanakan sebelum sesi pemateri setelah para siswa menunaikan shalat Dhuha. Melalui Smarttren ini, siswa diberikan pemahaman mengenai Al-Qur’an, fiqih, akhlak, serta sejarah kebudayaan Islam terkait Ramadhan.
“InsyaAllah, setiap tahun kegiatan Smarttren ini akan terus dilaksanakan sesuai dengan petunjuk teknis dan surat edaran dari Dinas Pendidikan. Selain itu, program ini juga akan dimonitor dan dievaluasi oleh Kemenag serta Dinas Pendidikan untuk memastikan efektivitasnya,” tambahnya.
Ia berharap dengan adanya Smarttren Ramadhan ini, para siswa SMAN 5 Kota Sukabumi dapat semakin memahami makna ibadah Ramadhan dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.(wdy/d)






