PENDIDIKAN

SDN Nanggeleng 1 Sukabumi dan UMMI Jalin Kerjasama Mewujudkan Pembelajaran Inklusi

×

SDN Nanggeleng 1 Sukabumi dan UMMI Jalin Kerjasama Mewujudkan Pembelajaran Inklusi

Sebarkan artikel ini
SDN Nanggeleng 1 dan UMMI

SUKABUMI — Sekolah merupakan tempat menghadirkan pembelajaran bermutu untuk semua. Sekolah harus menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi semua murid.

Untuk mewujudkan mimpi tersebut tentu perlu kerjasama dan kolaborasi semua steak holder. Melalui semangat itulah SDN Nanggeleng 1 menjalin kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Sukabumi khususnya Prodi PG PAUD.

Bank bjb Tandamata

Idris Kepala SDN Nanggeleng 1 mengungkapkan bahwa kerjasama tersebut dilakukan sebagai upaya dalam mewujudkan sekolah yang inklusif yang mampu melayani semua kebutuhan belajar murid.

“Kami memiliki beberapa murid yang perlu penanganan khusus. Kami perlu tahu kondisi, hambatan belajar, dan perlakuan apa yang dibutuhkan murid. Oleh karena itu kerjasama dengan berbagai pihak diperlukan untuk berkolabirasi dalam melakukan observasi kondisi awal dan mengidentifikasu kebutuhan murid,” ungkap Idris

Kerjasama tersebut meliputi penelitian dan pengabdian masyarakat terkait pendidikan inklusi. Kaprodi PG PAUD Universitas Muhammadiyah Elnawati mengungkapkan rasa senangnya atas kerjasama yang dilakukan.

“Kami senang bisa kerjasama dengan SDN Nanggeleng 1 dalam mewujudkan pembelajaran yang inklusif. Kami menerjunkan 6 mahasiswa langsung dalam kegiatan ini sebagai bagian dsri pengabdian kepada masyarakat kami,” terangnya.

Kegiatan yang dirancang selama bulan Desember 2024 tersebut diisi dengan observasi terhadap anak ABK mulai dari wawancara orang tua, guru, dan anak. Adapun output dari kegiatan ini berupa rekomendasi kegiatan pembelajaran Program Pembelajaran Individu (PPI) bagi anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus.

Ghina Nuraini guru kelas 1 mengaku senang atas kerjasama tersebut dan banyak membantu menambah informasi terkait kondisi psikologis murid-muridnya secara lebih mendalam.

“Alhamdulillah saya senang dan terbantu sekali. Kini saya bisa tahu murid saya yang memiliki kebutuhan khusus secara lebih mendalam. Sehingga bisa menjadi masukan yang baik bagi saya dalam merancang pembelajaran sesuai kebutuhan belajar murid,” pungkasnya. (wdy)