Hampir setiap tahun murid-muridnya diikutsertakan dalam Lomba Pentas PAI. “Pentas PAI ini biasanya diikuti 38 SD dalam satu kecamatan,”imbuhnya.
Sebelum diberangkatkan untuk mengikuti lomba, pihaknya selalu melakukan seleksi ketat mencari anak-anak didiknya yang mempunyai potensi atau bakat. Kemudian setelah itu langsung latihan beberapa minggu sebelum pelaksanaan lomba.
“Khusus peserta MTQ, kami melatihnya di sekolah dan di pengajian. Karena di sekolah waktunya singkat,”terangnya.Kebetulan, guru ngaji tersebut merupakan salah satu guru di SDN Cijulang bernama Rika Ratmawati. Tidak hanya itu, semua guru-guru pun ikut terlibat dan mempunyai bidang masing-masing untuk lomba.
“Jadi guru-gurunya selalu ikut mengarahkan para pelajar dalam semua bidang lomba dan selalu solid, untuk mendukung mereka,”imbuhnya.Winda menjelaskan, lomba tersebut membawa dampak positif bagi sekolah.
Terutama dalam hal penyaluran bakat dan potensi para peserta didik dan menyaring mereka yang ada di tingkat kecamatan untuk diikutsertakan ke tingkat Kabupaten Sukabumi atau Provinsi Jawa Barat (Jabar).
“Sangat bermanfaat ya, untuk MTQ anak akan lebih tahu bagaimana cara membaca dengan lagu seperti tilawatil quran, musabakah sekaligus memotivasi teman-temannya yang belum mempunyai bakat agar sama-sama memiliki kemampuan di lomba tersebut,”ulasnya.



