Ribuan Alumni SMK Ikuti Job Matching 2017

SUKABUMI — Sebanyak 7.160 alumni SMK dan warga Kota/Kabupaten Sukabumi mengikuti Stekmensi Job Matching yang diselenggarakan di SMKN 1 Kota Sukabumi, Sabtu (4/11).

Kegiatan tersebut, sebagai upaya pemerintah untuk menekan angka pengangguran di wilayah Sukabumi, sehingga dapat bekerja sesuai bidang keahliannya di industri yang profesional.

Bacaan Lainnya

Kepala SMKN 1 Kota Sukabumi, Saepurahman Udung mengatakan, sekolah yang dipimpinnya mendapatkan kepercayaan dari Direktorat Kemendikbud RI untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut. Di Jawa Barat sambung dia, hanya SMKN 1 Kota Sukabumi yang ditunjuk untuk mengadakan kegiatan job matching ini.

Lebih lanjut Udung menerangkan, pihaknya membatasi pendaftaran sebanyak 7.160 peserta.

Terdapat beberapa daerah yang ikut berpartisipasi seperti warga dari Cianjur, Bogor, Kota/Kabupaten Sukabumi dan daerah lainnya.

Sementara itu, pihaknya berhasil menggandeng puluhan industri untuk menyerap lebih banyak tenaga kerja.

“Kami menargetkan 50 persen peserta dapat diterima industri. Hal ini, tentunya akan berdampak pada pengikisan pengangguran khususnya di Kota Sukabumi yang kini mencapai 11 ribu pengangguran,” terangnya.

Menurut di, pada perekrutan saat ini tidak ada batasan tahun lulusan. Semua alumni baik SMA dan SMK dapat mendaftar pada perusahaan sesuai bidang keahliannya.

“Perusahaan lebih membutuhkan tenaga kerja yang memiliki soft skill dari hada hard skill. Sebab itu, para peserta harus dapat memiliki kejujuran dan kedisiplin,” sahutnya.

Saepurahman menambahkan, pihaknya akan berusaha melobi industri agar bisa lebih banyak merekrut tenaga kerja sehingga mampu menekan tingginya angka pengangguran.

“Nanti kami akan mempertanyakan kepada setiap industri berapa yang diterima, jumlah yang diterima nanti akan menjadi referensi kami untuk perbaikan di tahun yang akan datang,” akunya.

Sementara itu, Wakil Walikota Sukabumi Achmad Fahmi mengapresiasi kegiatan tersebut. Dikatakan Fahmi Stekmensi Job Matching ini sangat baik untuk menekan angka pengangguran di Kota Sukabumi, terutama bagi lulusan SMK yang belum berpengalaman.

“Ini sangat baik sekali, dapat menjembatani para alumni lulusan SMK dengan industri yang membutuhkan tenaga kerja,” paparnya.

Fahmi berharap, kegiatan serupa bisa terus dilakukan agar tercipta hubungan antara dunia usaha atau industri dengan sekolah dan alumninya.

Sehingga dunia pendidikan bisa terus mengikuti dinamika kemajuan tuntutan perusahaan.

“Saya harap, semua alumni bisa terserap industri sesuai dengan keahliannya masing-masing,” harapnya. (cr16/l)

Pos terkait