PALABUHANRATU – Ratusan karateka pemula dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa, turut meramaikan Open Tournament Karate se-Kabupaten dan Kota Sukabumi.
Acara ini diselenggarakan oleh Dojo Gabdika Shitoryukai Palabuhanratu dalam rangka memperingati Ulang Tahun SMAN 1 Palabuhanratu yang ke-42.
Menurut Sensei Eka Dharma Setyawan, DAN V di SMAN 1 Palabuhanratu, turnamen ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada 2 dan 3 November 2024, dan diikuti oleh sekitar 247 peserta.
“Kegiatan ini adalah home tournament yang khusus diadakan untuk perguruan Gabdika. Tujuannya adalah untuk mencari bibit prestasi anak-anak yang baru belajar karate, bukan hanya untuk kelas pemula, tetapi juga bagi mereka yang baru mulai bertanding,” ujarnya.
Sensei Eka melanjutkan, karena di sini terdapat ekstrakurikuler karate yang sudah ada cukup lama, pihaknya merasa penting untuk merayakan milad SMAN 1 Palabuhanratu dengan mengadakan turnamen ini, terlebih ekstrakurikuler karate merupakan yang pertama kali ada di sekolah tersebut sebelum muncul ekstrakurikuler lainnya seperti basket.
Meskipun disebut sebagai open tournament, Sensei Eka menegaskan bahwa acara ini sebenarnya adalah home tournament yang terbatas untuk internal perguruan. Peserta dibagi berdasarkan kategori usia, mulai dari TK, pra usia dini, usia dini, SD, SMP, hingga SMA. “Pertandingan dibagi menjadi dua kategori: kata (teknik gerakan) dan kumite (berantem),” jelasnya.
Dalam kategori kata, terdapat ketentuan yang harus diikuti sesuai dengan sabuk yang dimiliki, mulai dari sabuk putih hingga hitam. Dengan mengundang juri dari Semarang dan Jakarta, serta juri lokal dari Palabuhanratu dan Sukabumi untuk menilai pertandingannya.
Kata Sensei Ekq lagi, selain prestasi, tujuan dari open tournament ini adalah untuk menjalin silaturahmi antara orang tua, anak, dan para pelatih.
“Kami juga mengundang perguruan lain untuk melakukan evaluasi, agar peserta tidak merasa puas diri. Melihat yang lebih baik akan memotivasi mereka untuk terus berlatih,” terangnya.
“Jadi juara pertama dalam setiap kategori akan bertanding kembali untuk memperebutkan gelar Best of the Best, misalnya, jika ada enam juara satu dari kelas usia dini, mereka akan bertanding lagi dengan sistem gugur,” imbuhnya.
Saat ini, lanjut Sensei Eka, salah satu bintang dari Dojo Gabdika Shitoryukai Palabuhanratu adalah Chantiqa Diandra Shalsabilla, siswa kelas IV A dari SDIT Insan Cendikia Palabuhanratu, yang merupakan anak dari Serka Samsudin, anggota Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi.
“Dengan semangat yang tinggi, Open Tournament Karate ini diharapkan dapat terus melahirkan atlet-atlet muda berbakat di masa depan,” tandasnya. (Ndi)





