PENDIDIKAN

PGRI Kotsi Minta USBN SD Ditinjau Ulang * Jangan Dijadikan Proyek

×

PGRI Kotsi Minta USBN SD Ditinjau Ulang * Jangan Dijadikan Proyek

Sebarkan artikel ini

Menanggapi hal itu, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Sukabumi, Dudung Nurullah Koswara mengatakan, kebijakan USBN di jenjang SD dinilai kurang efektif.

Menurut dia, hal tersebut hanya akan menambah kerjaan para guru serta beban belajar bagi peserta didik. “Setidaknya mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, PKN, Seni Budaya dan Prakarya, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, serta Agama Akan menambah beban siswa.

Bank bjb Tandamata

Sekali lagi yang harus dikuatkan dalam pendidikan dasar adalah penguatan karakter,” kata Dudung kepada Radar Sukabumi.

Pengajaran di pendidikan dasar itu prioritasnya 30 persen, sementara pendidikan lain prioritasnya 70 persen.

Artinya sambung dia, di jenjang pendidikan dasar penekanan KBM dan tes harus berdimensi ujian sikap. “Hapalan tidaklah lebih penting dari perilaku.

Hapalan menekankan ingatan, analisis dan intelektualitas sementara ujian sikap yang berupa perilaku siswa lebih penting diamati langsung dalam proses keseharian KBM,”tambah dia.

Di jenjang pendidikan dasar terutama SD, sebaiknya lebih mengedepankan penguatan pelayanan perkembangan karakter anak, dibanding sejenis tes ala SMP/SMA.

“Perbanyak keasyikan belajar di dalam dan di luar kelas yang akan memancing penumbuhan sikap dan karakter peserta didik. Segala yang berbau ujian apalagi sejenis USBN bagi saya kurang efektif,”terang Dudung yang juga Guru Sejarah di SMAN 1 Kota Sukabumi.

Dudung menilai, jangan sampai ada sesuatu yang kurang sehat terjadi pada iklim sekolah pendidikan dasar .

Ujian Sekolah bagi SD sudah cukup baik selama terkoneksi dengan tujuan kurikulum dan mampu mengukur daya serap anak dalam setiap mata pelajaran. “Hindari segala bentuk ujian yang terkesan berbau proyek dan menghabisakan anggaran negara.

Hindari menambah beban kerjaan para guru,”tegas dia.
Di Kota Sukabumi banyak sekolah yang baik dan berprestasi termasuk ditingkat SD, namun penerapan USBN harus benar-benar dipertimbangkan ulang oleh Kemdikbud. Lebih banyak manfaatnya atau lebih banyak proyeknya. (why)