Meskipun begitu, Nuruzzaman mengaku optimis jika pemilihan penyedia jasa konstruksi bisa terealisasi dalam E-Purchasing.
“Pengadaan meubelair dan alat-alat elektronik selama ini sudah E-Purchasing, jadi kami yakin jasa konstruksi nantinya juga demikian,” ujarnya kemudian.
Kepala Subdirektorat Sarana Dit. KSKK Madrasah, Abdul Rouf mengatakan bahwa langkah-langkah percepatan pembangunan madrasah harus terus ditingkatkan. “Mengingat 2024 tahun politik, langkah percepatan harus terukur,” jelasnya.
Rouf mengungkapkan jika lelang penyedia jasa konstruksi SBSN 2023 dimulai lebih awal, ia menyebut beberapa penyedia jasa konstruksi bahkan sudah menyerahkan hasil pekerjaannya.
“Kemarin misalnya di Jakarta, gedung SBSN Madrasah diresmikan langsung oleh Gus Men didampingi Dirjen dan Plt. Direktur,” ungkapnya.
FGD dalam rangka percepatan program bantuan sarana prasarana diikuti oleh Unit Kerja Penyedia Barang dan Jasa (UKPBJ), PPK hingga penanggungjawab SBSN Madrasah di tingkat Kantor Wilayah Kementerian Agama RI. (*/sri)






