SUKABUMI — Meski bangunan sekolah mereka porak-poranda akibat banjir bandang, semangat belajar siswa SDN Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, tak surut. Sejak sepekan terakhir, mereka tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar di Madrasah Diniyah (MD) terdekat.
Banjir bandang yang terjadi pada 27 Oktober 2025 lalu menghantam kawasan Kampung Tugu, Desa Cikahuripan, dan merusak sebagian besar bangunan SDN Cikahuripan. Dinding sekolah jebol, perabotan hanyut, dan ruang kelas dipenuhi lumpur.
“Untuk sementara kami menumpang di Madrasah Diniyah. SD belajar pagi, madrasah mulai setelah zuhur,” ujar Jumhana, guru SDN Cikahuripan, Kamis (6/11/2025).
Sebelumnya, kegiatan belajar sempat dipindahkan ke halaman belakang rumah kepala sekolah. Namun cuaca buruk dan kondisi sekolah yang masih kotor membuat proses belajar dialihkan kembali ke madrasah.
Sebagian besar dari sekitar 200 siswa kehilangan seragam dan perlengkapan sekolah. Mereka datang dengan pakaian seadanya, karena rumah mereka juga terdampak banjir.
“Kami atur jadwal belajar bergantian. Kelas 1–3 sampai pukul 10.00, kelas 4–6 sampai pukul 12.00,” jelas Jumhana.
Upaya pembelajaran daring sempat dicoba, namun tidak efektif karena banyak siswa tidak memiliki perangkat, listrik padam, dan kondisi rumah yang rusak.
“Sekolah bisa rusak, tapi semangat mereka jangan sampai padam,” tegas Jumhana.
Salah satu siswi, Kanaya, mengaku kehilangan semua perlengkapan sekolahnya. Ia kini belajar dengan mengenakan pakaian bebas dan meminjam buku dari guru.
“Seragam saya hilang kebawa banjir. Sekarang belajar di madrasah,” ucap Kanaya polos.






