PENDIDIKAN

MSIB Kampus Merdeka, Asah Kompetensi Mahasiswa

×

MSIB Kampus Merdeka, Asah Kompetensi Mahasiswa

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi-MSIB
Ilustrasi-MSIB

SUKABUMI – Menempuh pendidikan tinggi merupakan mimpi banyak orang. Pendidikan tinggi ibarat gerbang untuk memasuki kehidupan karier yang sesungguhnya. Dalam perjalanan menempuh pendidikan tinggi, banyak hal yang perlu disiapkan, salah satunya mengasah keterampilan teknis (hard skills) dan nonteknis (soft skills) sejak di bangku kuliah. Keterampilan ini perlu terus dikembangkan agar mahasiswa siap menghadapi realita pekerjaan pascalulus.

Melalui kegiatan Kampus Merdeka, yang diantaranya Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) diharapkan mahasiswa akan menuai segudang manfaat.

Bank bjb Tandamata

Mahasiswa dapat mengeksplorasi pengetahuan dan kemampuan di dunia nyata, membangun jejaring yang luas, hingga mendapat konversi satuan kredit semester (sks) hingga 20 sks sehingga kegiatan di luar kampus tetap bisa diakui.

MSIB menjadi program yang paling banyak diikuti oleh mahasiswa di seluruh Indonesia. Pasalnya, program ini memberikan mahasiswa pengalaman secara professional di dunia kerja.

Program MSIB tentu sangat mendukung pengembangan hard skills dan soft skills mahasiswa. Melalui program ini mahasiswa dapat mengerjakan projek-projek yang ada di perusahaan tersebut serta mendapat pendampingan dari mentor profesional selama program tersebut berlangsung.

Mahasiswa akan diberikan sebuah pekerjaan terkait dengan dunia profesional yang sudah didesain oleh mitra industri maupun organisasi.

Pengembangan kompetensi ini memang menjadi salah satu fokus Kemendikbudristek. Pasalnya, hal ini menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi mitra untuk merancang sebuah program yang memungkinkan mahasiswa mempelajari minimal 5 skills baru selama program berlangsung. Poin inilah yang menjadi perbedaan antara magang MSIB dengan magang-magang lainnya.

“Magang Merdeka ini berbeda dengan magang biasa, ya. Magang ini kita benar-benar diajarin tentang teori, praktik dan tentunya mengasah hard skills serta soft skills. Benar-benar merasa sebagai seorang karyawan yang sedang bekerja di kantor,” ungkapnya.

Adinda mendapat banyak pengalaman serta pengetahuan baru.

“Saat itu saya belajar banyak hal mulai dari teknik foto, penyuntingan gambar dan video, cara memproduksi sebuah program televisi, sampai belajar menjalin komunikasi dengan klien-klien televisi,” ujarnya.

Berbeda dengan Adinda, Ongky Suherman mahasiswa Universitas Gadjah Mada ini mengikuti kegiatan Studi Independen di Microsoft. Menurut Ongky, Studi Independen ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar hal-hal baru di luar jurusan mereka. Selain itu, melalui Studi Independen mahasiswa juga akan mendapat sertifikat keahlian atau sertifikasi.