Diantaranya ASEAN International Mobility for Students (AIMS), Joint Degree/Double Degree, Joint Curriculum, Credit Transfer, Credit Earning, Fast-track program, dan ODL (Online/Blended Learning).
“Program student mobility adalah salah satu program untuk mendukung kolaborasi internasional dan juga untuk meningkatkan kualitas serta bentuk tanggung jawab sosial,” ujar Nasir.
Sementara untuk mendorong Triple Helix Nasir menerangkan Kemenristekdikti memiliki program seperti training dan magang untuk techno-entrepreneur muda yang berasal dari perguruan tinggi dan lembaga litbang, memberikan insentif untuk Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT), serta berkolaborasi dengan perusahaan swasta untuk mempromosikan pertumbuhan start-up di Indonesia melalui program inkubasi.
“Semua program ini mungkin akan dieksplor dan dikembangkan ke program internasional,” sebutnya.
(esy/jpnn)



