Yanti menilai, akan beda bahasanya ketika KPA yang menyampaikan kepada anak-anak muda dengan bahasa formal tetapi jika disoalisasikan oleh teman sebaya mereka oleh dutanya itu akan cepat masuk.
“Karena bahasa yang digunakan mungkin dengan bahasa-bahasa anak muda, bahasanya anak kampus jadi bisa dengan mudah dicerna dan dipahami,” imbuhnya.
Pengukuhan Duta HIV/AIDS dilakukan oleh Ketua KPA Kota Sukabumi Achmad Fahmi, pada Kamis (17/1) di Gedung RSPD Citra Lestari Ciaul, Kota Sukabumi.
Sementara itu, Duta HIV/Aids Kota Sukabumi Haniffa yang merupakan mahasiswi Program Studi (Prodi) Akuntansi UMMI mengaku senang mendapat amanat sebagai Duta HIV/AIDS Kota Sukabumi 2018.
Setelah terpilih Duta HIV/AIDS, dirinya berjanji akan roadshow dan melakukan sosialisasi terutama di kampusnya tentang perlunya hidup bersih yang diawali dengan pergaulan yang baik.
“Sebab HIV/AIDS dan narkoba sangat dipengaruhi oleh pergaulan,” singkatnya.
(wdy)






