Melalui peran ini, mahasiswa diharapkan dapat menyebarkan informasi yang lebih luas kepada masyarakat tentang pentingnya melestarikan budaya kontes domba Garut.
“Banyak masyarakat yang masih awam dengan tradisi ini, dan kehadiran mahasiswa menjadi sarana untuk membuka mata publik akan pentingnya kontes tersebut dalam sektor peternakan,” imbuhnya.
Domba Garut, yang dikenal luas sebagai salah satu ras domba unggul dari Indonesia, memiliki nilai lebih dibandingkan sekadar hewan ternak. Mereka adalah simbol kekuatan, ketahanan, dan keindahan, yang telah menjadi bagian dari tradisi panjang di tanah Sunda.
Dalam Kontes Ketangkasan Domba Garut, domba-domba ini tidak hanya dinilai dari segi fisik, tetapi juga dari ketangkasan dan kecakapan dalam mengikuti perlombaan. Kegiatan ini telah menjadi ajang tahunan yang sangat dinantikan oleh para peternak dari berbagai daerah di Indonesia.
Bagi mahasiswa Prodi TNK, kesempatan untuk ikut serta dalam acara ini bukan hanya soal mempelajari dunia peternakan secara langsung. Lebih dari itu, mereka melihatnya sebagai wadah untuk terlibat dalam pelestarian budaya yang telah turun-temurun dilestarikan di Jawa Barat.
Partisipasi mahasiswa ini diharapkan dapat membangun jembatan antara generasi muda dengan para peternak, serta mendorong lahirnya generasi penerus yang sadar akan pentingnya menjaga tradisi peternakan. (wdy)






