’’Hands on activity tetap kami lakukan. Jadi, mendidik itu tidak harus ceramah. Pelatihan astronot yang saya dapat di Space Camp sifatnya hanya sebagai media untuk menginspirasi bahwa mendidik dengan pendekatan STEM itu mengasyikkan,’’ ujarnya.
Selama mengikuti kamp tersebut, Nur dan sembilan guru lainnya diajari berbagai pengetahuan tentang dunia keastronotan. Setidaknya, mereka mendapat 20 materi tentang keastronotan.
Di antaranya, menyimak paparan praktisi NASA, mengenal konstruksi roket, pengetahuan tentang orbit, mengenal kursi 1/6 gravitasi, mencoba simulator dalam misi ke Mars, aktivitas ketahanan di air, menjajal lingkaran multiple axis, dan membuat program roket hingga meluncurkannya.
Salah satu sesi yang seru adalah mencoba alat yang disebut multiple axis. Alat tersebut terdiri atas dua lingkaran besi yang memiliki satu poros
Sang astronot masuk ke dalam lingkaran tersebut, lalu tubuhnya diikat dengan sabuk pengaman yang melingkar ke bagian perut dan kaki.
Alat tersebut berfungsi untuk menguji ketahanan astronot dari guncangan hebat begitu kapsul berhasil mendarat di bulan. Kondisi itu memaksa seorang astronot berputar-putar di dalam kapsul.



