SUKABUUMI — Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Sukabumi membagikan 1000 buku iqro kepada sejumlah seluruh RA di Kabupaten Sukabumi, kemarin (22/11).
Pemerian buku tersebut, untuk menunjang pembelajaran peserta didik hingga mampu meningkatkan kualitas mutu pendidikan serta bisa mencetak generasi yang religius dan mandiri sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Sukabumi.
Ketua Pimpinan Daerah (PD) Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Sukabumi, Nia Nurhasanah mengatakan, bantuan buku iqro tersebut merupakan hasil kerja sama IGRA dan salah satu yayasan di Sukabumi.
Program penyaluran bantuan buku iqro merupakan salah satu bentuk upaya IGRA dalam meningkatkan mutu pendidikan.
“Mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat bagi sekolah, sehingga bisa menunjang pembelajaran dalam meningkatkan mutu pendidikan,” kata Nia kepada Radar Sukabumi usai peringati Milad IGRA ke-15, kemarin (22/11).
Sementara itu, Wakil Bupati (Wabub) Sukabumi, Adjo Sarjono mengapresiasi dan terimakasih kepada PD IGRA yang sudah membantu meringankan beban pemerintah dalam bidang pendidikan guna membangun karakter anak agar kelak mereka tumbuh menjadi insan mulia.
“Tentunya, dengan adanya IGRA ini sangat membantu mewujudkan visi dan misi Kabupaten Sukabumi yang mencetak generasi yang relijius,” tuturnya.
Sebab itu lanjut Adjo, seiring dengan usianya yang ke-15 , IGRA harus berupaya meningkatkan mutu dan kualitas lembaga pendidikan RA sebagai unjuk tombak dalam mencetak generasi muda yang agamis. Di sisi lain, pemerintah daerah akan terus berusaha secara maksimal agar kesejahteran para guru RA dapat ditingkatkan.
“Hal ini, demi terwujudnya guru yang berkualitas dan bekerja secara profesional dalam membentuk karakter anak menjadi manusia shaleh sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Sukabumi yang mencetak insan religius,” paparnya.
Menurut Ajdo, besarnya tantangan dalam mewujudkan pendidikan RA yang berkualitas terdapat beberapa prasyaratan yang harus dipenuhi para guru RA.
Seperti, komitmen untuk meningkatkan kualitas guru serta perubahan paradigma dan sikap mental. Karena itu, peringatan milad jangan dimaknai hanya merupakan sebuah seremonial belaka.
Tetapi, peringatan milad adalah moment tepat untuk melakukan muhasabah serta introspeksi diri atas apa yang selama ini telah dijalani.
“Milad akan bermakna lebih jika senantiasa terlahir banyak ide baru, terbangun dampak positif yang dapat diimplementasi dalam rangka pengembangan IGRA dengan segala visi dan misinya menjadi lebih baik ke depan,” pungkasnya. (cr16/e)



