Dalam penutup sambutannya, Kusmana juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya FTBI. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya dan bahasa daerah.
“Ini adalah bentuk penghargaan kepada leluhur kita yang telah mewariskan kebudayaan yang kaya. Kita harus terus menjaga harmoni antara manusia dan lingkungan, serta membawa kebahagiaan lahir dan batin melalui kegiatan seperti ini,” pungkasnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat, menambahkan bahwa para pemenang FTBI tingkat kota ini akan mewakili Sukabumi di tingkat provinsi. Tahun sebelumnya, Sukabumi berhasil mengirimkan tiga wakil ke tingkat nasional, dan tahun ini diharapkan jumlah tersebut bisa bertambah.
“Kami melakukan persiapan dengan matang untuk memastikan peserta yang akan tampil di tingkat provinsi nanti bisa memberikan yang terbaik. Kami berharap mereka bisa membawa Sukabumi, bahkan Jawa Barat, ke tingkat nasional,” jelas Punjul.
Sementara itu, Ketua Pelaksana FTBI, Dadi Rulanto, yang juga menjabat sebagai Kasie Kesiswaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, memberikan detail tentang pelaksanaan lomba.
Dikatakannya, FTBI diadakan selama dua hari, yaitu pada 30 September untuk peserta tingkat SD, dan 1 Oktober untuk peserta tingkat SMP. Tahun ini, terdapat 196 peserta dari tingkat SD, yang merupakan perwakilan dari masing-masing kecamatan di Sukabumi. Sebelumnya, telah diadakan seleksi di tingkat kecamatan, dan juara 1 serta 2 dari setiap kecamatan berhak maju ke tingkat kota.
Sementara itu, di tingkat SMP, terdapat 284 peserta yang berasal dari seluruh SMP negeri dan swasta di Kota Sukabumi. Lomba-lomba yang dipertandingkan mencakup tujuh kategori, antara lain Ngadongeng, Biantara (pidato), Maca Sajak (membaca puisi), Nembang Pupuh (menyanyikan pupuh), Aksara Sunda, Carita Pondok, dan Borangan.
Dadi menyebutkan bahwa pemenang dari masing-masing lomba, baik putra maupun putri, akan mewakili Kota Sukabumi di tingkat provinsi. Tahun ini, FTBI menghadirkan kolaborasi yang lebih kuat antara berbagai pihak, termasuk MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Bahasa Sunda, KKG (Kelompok Kerja Guru) Bahasa Sunda, dan para kepala sekolah yang tergabung dalam K3S untuk tingkat SD serta MKKS untuk tingkat SMP.
“Kolaborasi yang luar biasa dari semua pihak ini membuat acara FTBI tahun ini berjalan dengan sangat lancar. Semangat semua pihak yang terlibat luar biasa, sehingga kita bisa mengadakan acara ini dengan sukses,” kata Dadi.
Dengan semangat dan antusiasme yang tinggi dari para peserta dan pihak penyelenggara, FTBI 2024 di Kota Sukabumi diharapkan menjadi ajang yang tidak hanya memupuk kecintaan terhadap bahasa dan budaya lokal, tetapi juga mampu melahirkan generasi muda yang unggul dan siap bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.
Ke depan, acara ini diharapkan dapat menjadi tradisi yang terus berlanjut untuk melestarikan warisan budaya Sunda di kalangan generasi muda.
“Dengan semangat kolaborasi dan persiapan yang matang, Kota Sukabumi optimis dapat mencetak prestasi yang lebih baik di tingkat provinsi dan nasional. FTBI tidak hanya menjadi panggung bagi para siswa untuk unjuk bakat, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas budaya lokal yang kaya,” pungkasnya. (wdy)






