Disdikbud juga menyiapkan simulasi sistem, pelatihan operator, serta posko informasi di setiap sekolah. Targetnya, SPMB 2026 berjalan lancar, tertib, dan zero konflik. “Jika ditemukan kecurangan, sanksi tegas berupa pembatalan kelulusan siswa akan langsung diterapkan,” tandas Novian.
Ke depan, sistem SPMB ditargetkan terintegrasi dengan satu data pendidikan, termasuk DTKS untuk afirmasi otomatis dan data prestasi siswa sejak SD. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu lagi mengunggah banyak dokumen fisik karena verifikasi dilakukan otomatis melalui NISN.(wdy/d)






