PENDIDIKAN

Dibalik Usaha Perjuangan Para Honorer

×

Dibalik Usaha Perjuangan Para Honorer

Sebarkan artikel ini

“Namanya orang kecil ya, kadang tidak dianggap. Awalnya enggak terima diperlakukan kayak “pengemis” sama orang-orang besar yang kami temui. Demi perjuangan kami tebal muka saja dan mengorbankan perasaan,” tuturnya kepada wartawan koran ini, Senin (16/7).

Belum lagi harus berhadapan dengan sesama honorer K2 yang saling sikut karena merasa paling berjasa. Namun, lagi-lagi Nurbaiti berusaha tegar. Dia tidak ingin visi misi itu hancur hanya karena bermain dengan perasaannya.

bank BJB

Sebenarnya kata Nurbaiti, ada rasa lelah dan jenuh berjuang mendapatkan status PNS. Apalagi sudah banyak yang dikorbankan tapi belum ada hasilnya. Namun ketika semangat itu luntur, rekan honorer K2 lainnya yang menyemangati.

“Bohong kalau bilang enggak bosan. Kalau enggak bosan, tidak mungkin banyak honorer K2 yang memilih berhenti dan pindah profesi. Yang bertahan ini hanya orang-orang yang tidak punya pilihan lain. Ibaratnya sudah basah mandi saja sekalian,” terangnya.

Pejuang K2 lainnya adalah Titi Purwaningsih. Guru SD di Banjarnegara ini juga pintar melobi. Tutur katanya yang lemah lembut tapi tegas membuat dia bisa masuk ke semua lini. Tak heran dia didaulat jadi ketua umum Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I).

Menjadi ketum membuat Titi harus mengorbankan kepentingan keluarga. Bahkan saat hamil hingga kini anaknya usia dua tahunan, Titi warawiri Banjarnegara-Jakarta mengurus honorer K2. Beban Titi sangat berat manakala setiap perjuangan dimentahkan pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *