PENDIDIKAN

Berdonasi Tanpa Uang

×

Berdonasi Tanpa Uang

Sebarkan artikel ini
MAHASISWA INOVATIF: Tiga mahasiswa Universitas Indonesia, Radhiyan (kanan) Luthfi, dan Mutslayang menciptakan platform gotongroyong.in.

RADARSUKABUMI.com, JAKARTA – Media sosial (medsos) menjadi sarana ampuh orang berbagi informasi, termasuk untuk menunjukkan kepedulian sosial. Fenomena ini ditangkap tiga orang mahasiswa angkatan 2014, M. Radhiyan Pasopati Pribadi (FISIP), Luthfi Abdurrahim (Fasilkom), dan Mutsla Qanitah (FISIP) untuk membuat inovasi media berdonasi inovatif, gotongroyong.in.

Gotongroyong.in merupakan laman yang didirikan oleh Radhiyan dan teman-temannya dengan konsep utama berdonasi tanpa uang.GotongRoyong.in memanfaatkan pendapatan yang diraih dari iklan yang masyarakat tonton.

Bank bjb Tandamata

Sejumlah uang yang didapatkan dari iklan tersebut akan didonasikan ke isu-isu sosial. Jumlah uang yang diberikan mungkin kecil secara nominal, tapi niat baik mereka patut diacungi jempol. Platform ini dirilis 28 oktober 2018 bertepatan dengan 90 tahun sumpah pemuda.

CEO GotongRoyong.in, Muhammad Radhiyan Pasopati Pribadi mengatakan, hatinya tergerak untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana. Sehingga muncul ide membuat platform tersebut. Karena dengan hasil karyanya itu semua orang yang tidak punya uang sekali pun bisa berdonasi.

“Banyak sekali orang yang peduli terhadap suatu isu. Tapi yang mereka lakukan bikin twitter atau mereka hanya bikin semacam status. Nah. kenapa karena banyak orang yang punya niatan baik tapi gak punya uang. jadi dari situlah saya kepikiran untuk buat flatform donasi uang tanpa uang,” ujarnya.

GotongRoyong.in sudah bekerjasama dengan BAZNAS sebagai partner penyalur donasi resmi yang terpercaya. Keduanya sudah melakukan dua kampanye, yaitu 1001 Sabun Gratis untuk warga Palu-Donggala, dan 1001 Susu Gratis untuk Anak-Anak Korban Tsunami Selat Sunda.