MALANG – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerjasama dengan Jepang untuk memperbesar peluang lulusannya bisa bekerja di negeri sakura itu.
”Baru saja ada skema 57 jenis pekerjaan dari Jepang yang ada dalam program kerjasama UMM dengan Jepang,” ucap rektor UMM Drs Fauzan, M.Pd, seperti diberitakan Radar Malang (Jawa Pos Group).
Total pekerjaan itu menurut dia disebar ke seluruh fakultas di UMM. Tidak melulu sains, ada juga pekerjaan bidang humaniora. Mengapa patokannya Jepang? Ini karena Jepang dianggap memilki pengelolaan pekerjaan yang berstandar tinggi. Daya saing pekerja Jepang juga diakui secara internasional.
”Misal, mahasiswa S1 yang siap join degree, nanti bisa studi di sini dulu tiga tahun, satu tahun selanjutnya langsung bekerja dan mendapat sertifikat profesi internasional,” ujarnya.
Fauzan mengatakan, persaingan antarindustri yang ketat bukan lagi tanggung jawab individu atau mahasiswa itu sendiri. Kampus juga harus siapkan wadah bagi mahasiswa memilki sertifikasi internasional.
”Nanti mahasiswa memiliki keahlian ganda. Misalnya, selain terjun ke lapangan kerja, bisa menciptakan lapangan kerja sendiri,” imbuhnya Ini sudah diterapkan pada angkatan pertama sertifikasi April 2018.



