Gelandang Obatek Shukurov dan striker Abbosbek Fayzullaev disebut sebagai ancaman utama bagi Portugal. Uzbekistan tampil agresif dengan 43 penetrasi ke sepertiga akhir lapangan, lebih banyak dibanding Kongo.
Selecao dituntut lebih kreatif dan klinis dalam memanfaatkan peluang. Masalah terbesar Portugal bukan hanya ketajaman Ronaldo, melainkan kohesi tim di sepertiga akhir lapangan. Upaya Vitinha dengan 121 umpan dan Bruno Fernandes dengan enam umpan silang sering tak terhubung dengan baik.
Jika Portugal gagal tampil kompak, mereka berisiko kehilangan poin penuh melawan Uzbekistan. Padahal, laga ini menjadi kesempatan terbaik sebelum menghadapi lawan berat, Kolombia. Kohesi tim menjadi kunci, bukan hanya Ronaldo, agar Portugal tetap berada di jalur kandidat juara Piala Dunia 2026.(*)






