Tetapi itu akan salah besar jika Talajic menganggap Indonesia serendah itu, apalagi menyamakan skuad Garuda saat ini dengan tim yang dibantai Bahrain 10 gol tanpa balas 12 tahun lalu.
Sebaliknya, Talajic akan mendapati timnya menghadapi tim yang sulit sekali dibobol, tidak saja karena Garuda memiliki kiper setangguh Marteen Paes, tapi juga oleh tim pertahanan yang solid di bawah kepemimpinan Jay Idzes.
Bayangkan, dari 37 peluang yang sembilan di antaranya tepat sasaran yang dibuat Saudi dan Australia, hanya satu yang berbuah gol. Padahal, Australia dan Saudi memiliki penyerang-penyerang yang jauh lebih berbahaya dan berpengalaman ketimbang yang dimiliki Bahrain.
Oleh karena itu, tak berlebihan jika mengatakan Indonesia akan lebih menyulitkan Bahrain ketimbang Indonesia yang disulitkan oleh Bahrain. (*)






