Sangat mungkin dia ingin memberikan trofi yang sama sebagai kado perpisahan. Namun, Hazard bukan tipe pemain yang memancing di air keruh. Sadar bahwa posisi Maurizio Sarri tengah terjepit saat ini, dia tidak menyalahkan pelatihnya itu atas performa labil Chelsea.
Justru sebaliknya, eks pemain Lille itu memuji bahwa Sarri membuatnya bermain sesuai dengan keinginannya. Sama seperti yang dilakukan mantan pelatihnya di Lille Claude Puel.
”Jose Mourinho memang istimewa. Tapi, Sarri membuat saya bermain dengan filosofi yang saya suka terlepas dari setiap pelatih pasti memberikan saya sesuatu yang baru,” sanjung Hazard kepada eks pelatih Napoli itu.
Benar saja. Bila tolok ukurnya adalah produktivitas, maka jumlah 15 golnya saat ini adalah pencapaian bagus mengingat musim ini masih berlangsung sekitar empat bulan lagi.
Dia hanya berselisih 4 gol dari produktivitas terbaiknya dalam semusim bagi The Blues yang dicatatkan pada musim 2014-2015 atau musim terbaiknya bersama Chelsea berdasarkan wawancara eksklusif di situs klub.
Namun, Hazard ingin memberi cara perpisahan terbaik dengan double winners yang melebihi capaian di musim perdananya yang hanya mempersembahkan Liga Europa. Ya, satu trofi selain Liga Europa bisa didapatkan akhir bulan ini karena Chelsea akan menantang City di final Piala Liga (24/2).
(io)






