OLAHRAGA

Dilarang Pake Jilbab, Atlet Judo Putri Indonesia Pilih Mundur

×

Dilarang Pake Jilbab, Atlet Judo Putri Indonesia Pilih Mundur

Sebarkan artikel ini

Ketua National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Senny Marbun, meminta maaf soal insiden atlet blind judo, Miftahul Jannah, yang didiskua­lifikasi dari pertandingan. NPC mengakui polemik itu muncul karena keteledoran pihaknya dalam memahami regulasi. Senny juga mengaku sikap wasit tersebut sudah sesuai regulasi di judo. Atlet dilarang mengguna­kan penutup kepala dalam ben­tuk apa pun untuk alasan kese­lamatan.

”Regulasinya memang seperti itu. Jadi tidak ada yang salah dengan keputusan wasit. NPC harusnya tahu regulasi. Maafkan atas keteledoran kami. Kami minta maaf dengan mendalam. Semoga di kemudian hari tidak terjadi lagi, bagaimanapun ini cukup memalukan bagi Indo­nesia,” kata Senny.

Bank bjb Tandamata

Senny mengatakan, keteledo­ran ada di pihak pelatih judo. Pelatih judo dinilai tidak bisa menerjemahkan regulasi dengan baik, sehingga tak memahami soal aturan penutup kepala ter­sebut. ”Jadi pelatih judo kurang bisa berbahasa Inggris. Mungkin tidak mau bertanya soal aturan. Padahal regulasi soal ini sudah ada sejak lama. Tapi aturan itu kurang bisa diterjemahkan dengan benar. Sekali lagi kami dari NPC benar-benar minta maaf atas kejadian ini,” urai Senny.

Menurut Senny, regulasi-regu­lasi tiap cabang olahraga di Asian Para Games 2018 sudah diterima pelatih sejak jauh hari. Khusus judo, Senny mengatakan bahwa aturan itu telah diterima pelatih sebelum tim bertolak dari Solo ke Jakarta. Seharusnya saat itu aturan itu juga sudah disampaikan ke atlet.

Direktur Divisi Sport Inapgoc Fanny Irawan mengatakan, atu­ran soal penutup kepala itu ter­cantum di Artikel 4 Poin 4 dari Federasi Judo Internasional. Di artikel itu tertulis, ”The head may not be covered except for ban­daging of medical nature, which must adhere to this one. ”Jadi memang tidak boleh memakai penutup kepala apa pun, bukan hanya jilbab. Aturan itu sudah dibicarakan saat technical mee­ting. Ketika semua sepakat, brarti aturan itu diterapkan saat pertandingan. Ini aturan inter­nasional,” kata Fanny.