Cristiano Ronaldo didesak suarakan pula isu HAM di Arab Saudi

Cristiano Ronaldo
Cristiano Ronaldo. AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA

JAKARTA — Cristiano Ronaldo didesak untuk berbicara pula tentang masalah hak asasi manusia (HAM) di Arab Saudi setelah ia dipastikan akan bermain untuk klub Al Nassr.

Superstar Portugal yang disambut kembang api dan gemuruh memekakkan telinga di Stadion Mrsool Park Al Nassr pada Selasa itu, mengatakan dia ingin “menjadi bagian dari keberhasilan negara dan budaya negara”.

Bacaan Lainnya

Pemain berusia 37 tahun itu meninggalkan Manchester United pada November setelah wawancara eksplosif di mana dia mengkritik klub dan manajer Erik ten Hag. Amnesty International mengatakan penandatanganan kontrak Ronaldo itu merupakan bagian dari “pola pembersihan olahraga yang lebih luas” di Arab Saudi.

Kedatangan mantan penyerang Real Madrid itu seiring dengan latar belakang promosi Saudi ke dunia olahraga termasuk golf, tinju, tenis dan F1 serta sepak bola, menyusul pengambilalihan klub Liga Premier Inggris Newcastle United pada 2021.

Negara Teluk itu juga sedang mempertimbangkan penawaran menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2030. “Alih-alih menawarkan pujian yang tidak kritis terhadap Arab Saudi, Ronaldo harus menggunakan platform publiknya yang cukup besar untuk menarik perhatian pada masalah hak asasi manusia di negara itu,” kata Dana Ahmed, peneliti Amnesti Timur Tengah.

Pos terkait