NASIONAL

Zainollah Ahmad, Guru Penulis Sejarah Lokal Raih Kepuasan Batin, Meski Royalti Tak Seberapa

×

Zainollah Ahmad, Guru Penulis Sejarah Lokal Raih Kepuasan Batin, Meski Royalti Tak Seberapa

Sebarkan artikel ini

“Padahal, sebenarnya saya sangat berharap, karya saya mendapat kritik. Karena itu akan membangun. Sejauh ini, paling kritikan hanya untuk masalah cover,” tutur pria yang tinggal di Jember sejak 1986 ini.

Saat ini, Zainollah sedang mempersiapkan tiga buku yang akan diterbitkan. Masing-masing berjudul Medang Bhumi Mataram: Hegemoni Peradaban dan Kekuasaan Para Rajakula, Kronik Timur Jawa: Mozaik Lepas Majapahit dan Hegemoni Kekuasaan Baru Abad XIII-XVII, serta sebuah buku yang bulan depan akan terbit berjudul Babad Modern Sumenep: Sebuah Telaah Historiografi.

Bank bjb Tandamata

Selain itu, kini Zainollah sedang bersiap untuk memulai proyek penulisan aspek kesejarahan Argopuro.“Sebenarnya saya menulisnya tidak secara bersamaan. Hanya proses di penerbitannya saja yang membuat seolah baru akan terbit bersamaan,” jelas Zainollah.

Untuk buku yang terakhir, yakni Babad Modern Sumenep, Zainollah menemukan beberapa fakta sejarah cukup penting yang mampu menyumbang historiografi nasional.

Salah satunya adalah terkait sumbangsih dari Raja Sumenep, Sultan Abdurrahman Pakunataningrat dan putranya, Pangeran Natakusuma, dalam menyumbang bahan-bahan referensi yang digunakan oleh penguasa Inggris di Hindia-Belanda kala itu, Thomas Stamford Raffles.

Dalam keilmuan sejarah, salah satu karya Raffles berjudul History of Java menjadi salah satu karya besar hingga kini.