Waspada, Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas

  • Whatsapp
Gunung Semeru meluncurkan awan panas pada Jumat (17/4). (PVMBG/Antara)

RADAR SUKABUMI – Pejabat Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) meminta warga di sekitar Gunung Semeru mewaspadai peningkatan aktivitas gunung api tersebut.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Sarif Hidayat mengatakan, pengelola taman nasional intensif berkoordinasi dengan petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sawur berkenaan dengan antisipasi peningkatan aktivitas gunung tertinggi di Pulau Jawa itu.

Bacaan Lainnya

”Kami sudah melaporkan kondisi peningkatan aktivitas Semeru ke petugas lapangan, agar masyarakat waspada dan meminimalisir potensi,” kata Sarif seperti dilansir dari Antara di Kota Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (18/4).

Menurut informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), pada 17 April pukul 06.08 WIB ada luncuran awan panas sejauh 2.000 meter yang mengarah ke Besuk Bang dari pusat guguran Gunung Semeru.

Berdasar pengamatan visual periode 1 sampai 16 April, aktivitas Gunung Semeru didominasi guguran lava dan erupsi tidak menerus.

Erupsi gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut tersebut menimbulkan kolom berwarna kelabu setinggi 400 sampai 600 meter di atas puncak.

Selama periode 1 sampai 16 April, aktivitas kegempaan di Gunung Semeru tercatat masih tinggi dengan gempa letusan terekam rata-rata 25 kejadian per hari, gempa hembusan 19 kejadian per hari, dan gempa guguran enam kejadian per hari.

Menurut PVMBG, ada potensi erupsi menerus dengan sebaran material berupa aliran lava, hujan abu, dan lontaran batu pijar di sekitar kawah dalam radius satu kilometer dari pusat erupsi, serta awan panas dengan guguran sejauh empat kilometer di sekitar lereng tenggara dan selatan.

Penumpukan material erupsi di sekitar puncak, lereng, dan hulu Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Kobokan berpotensi menjadi aliran lahar jika ada hujan deras. Saat ini, Gunung Semeru berstatus waspada (level II). (jpg)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *