Penembakan yang dilakukan oleh Wakapolres Lombok Tengah, Kompol Fahrizal terhadap adik iparnya Jumingan alias Iwan mengejutkan warga Jalan Tirtosari, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Niat baik tersangka yang ingin menjenguk ibunya yang tengah sakit di kampung halamannya justru berbuah petaka.
Kadiv Propam Polri Irjen Pol Martuani Sormin menjelaskan, kejadian Penembakan bermula ketika tersangka (Wakapolres Fahrizal, red) bersama Ibunya, Jumingan dan Heny Wulandari yang merupakan istri korban sekaligus adik kandung tersangka berada di ruang tamu.
Namun secara mengejutkan, ketika Heny tengah pergi ke dapur, tiba-tiba tersangka menodong ibu kandungnya sendiri dengan pistol. Padahal, sebelum menodongkan pistol, Heny sempat melihat kakaknya itu memijat ibunya.
“Pelaku sempat cekcok dengan ibunya. Motif ribut tidak ada sebab musababnya. Tiba-tiba Fahrizal menodongkan senjata api ke arah ibunya. Dan saksi (sebelumnya) sempat melihat Fahrizal masih sempat memijat ibunya,” ungkap Martuani saat dihubungi awak media, Kamis (5/4).
Melihat ibu mertuanya ditodong pistol oleh kakak iparnya, Jumingan berusaha mencegah tindakan Fahrizal. Namun naas Jumingan justru malah ditembak oleh tersangka.
“Melihat kejadian itu, korban langsung melarang Fahrizal dengan berkata ‘jangan bang’. Lalu Fahrizal balik menodongkan senjata apinya ke korban dan meletuskan senjata apinya,” lanjut Martuani.
Dari kesaksian Heny, kakaknya itu menembak suaminya sebanyak 2 kali. Korban pun meninggal seketika akibat terkena peluru di bagian kepala dan perut.
“Jumingan kena 2 peluru, pada kepala dan perut,” pungkas Martuani.
Diketahui, Fahrizal sebelumnya pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polresta Medan. Aksi penembakan terjadi di Jalan Tirtosari/Mestika Gang Keluarga, Kelurahan Bantan, Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (4/4) malam.
(sat/JPC)



