Langkah tersebut bertujuan untuk mengimbangi kekurangan minyak mentah Rusia setelah Moskow terkena sanksi berat atas invasinya ke Ukraina, yang digambarkan Moskow sebagai operasi militer khusus.
Menurut analisa JP Morgan, Pelepasan volume SPR dengan 1,3 juta barel per hari (bph) selama enam bulan ke depan, dikatakan cukup untuk mengimbangi kekurangan 1 juta bph pasokan minyak Rusia.
Namun dibalik ini, Menteri Luar Negeri Irlandia, Lithuania dan Belanda mengatakan di hari yang sama, Eropa sedang menyusun proposal untuk melanjutkan embargo minyaknya terhadap Rusia, meskipun masih belum ada kesepakatan untuk melarang masuknya minyak mentah Rusia kesana.




