Karena, manajemen harus melakukan pengumpulan data dengan sejumlah gerbang tol dari Surabaya hingga Semarang. Hal ini berbeda saat ruas tol Jomo yang hanya tersambung dengan ruas tol Sumo saja.
’’Sekarang, kita harus merekapitulasi di gerbang Madiun, Solo, Ngawi hingga Semarang. Baru bisa diketahui angka pastinya,’’ paparnya. Soal kepadatan di gerbang tol yang kerap terjadi saat libur panjang, Rifan memastikan tak lagi terjadi.
Alasannya, sejumlah ruas yang selama ini membutuhkan transaksi, sudah tak perlu terjadi lagi. Ia mencontohkan, pengguna tol yang semula melakukan transaksi di gerbang tol Bandar Kedungmulyo, kini bisa langsung lurus menuju Kertosono.
Transaksi baru dilakukan saat berada di gerbang exit tujuan. ’’Di GT Bandar Kedungmulyo, juga tidak perlu memutar. Sehingga, bisa lebih cepat ke tujuan,’’ pungkasnya.
(mj/ron/ris/JPR)



