Tiga Terduga Teroris Diamankan Densus 88 Saat di Mushola

  • Whatsapp

BANDUNG— Sebanyak tiga orang terduga jaringan teroris dikabarkan telah ditangkap oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri di Padalarang dan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (19/6).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga orang itu ialah F (27), R (33), dan MN (17). Mereka ditangkap diduga akan melakukan aksi teror di Polres Kebumen, Jawa Timur. R dan MN ditangkap di Kampung Tipar Timur, RT 3 RW 10, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang.

Bacaan Lainnya

Ketua RW setempat, Ruswandi membenarkan bahwa telah terjadi penangkapan di sebuah rumah villa di Laksanamekar Padalarang. Meski begitu, dia mengaku tidak tahu secara pasti penangkapan dua orang terduga teroris itu, karena saat penangkapan dilakukan dia sedang bekerja.

“Kabarnya memang ada dua orang yang ditangkap, tapi mereka bukan warga sini. Kedua orang itu adalah tamu di sebuah vila yang ada di sini. Namun, sewaktu penangkapan, saya sedang enggak ada di rumah. Saya sedang kerja,” kata Ruswandi yang kerja sebagai satpam, Rabu (20/6).

Penjaga vila, Kusmianto (53) yang biasa dipanggil Wawan juga membenarkan bahwa ada dua orang yang ditangkap oleh petugas. Menurut dia, pada malam takbiran lalu pemilik vila, Ridwan beserta isteri dan anaknya datang ke villa.

Adik dari isteri pemilik vila itu, lanjut dia, kemudian membawa dua orang temannya ke villa. “Dua orang itu baru pertama kali datang ke sini. Cuma dua hari di sininya, itu juga dibawa oleh adiknya ibu. Ibunya juga was-was, kenapa dua orang ini dititipkan di sini,” katanya.

Ketika penangkapan dilakukan, Wawan mengaku tidak melihatnya secara langsung, karena tengah berada di rumahnya. “Pas orang-orang pergi, saya ke rumah ini. Pintu sudah terbuka dan barang-barang sudah acak-acakan. Kalau kata ibu (pemilik vila), yang diambil cuma laptop,” tuturnya.

Terduga teroris F yang tak lain merupakan adik dari isteri pemilik vila, dikabarkan ditangkap oleh Tim Densus 88 Antiteror Polri di r
Rumah Makan Sangkan Hurip 2 di kawasan Punclut, Lembang. Salah satu karyawan restoran, Rizha Putera (23) menyebutkan bahwa penangkapan itu terjadi sekitar pukul 13.00. “Iya, kemarin (19/6) ada yang ditangkap, sewaktu dia lagi wudhu. Dia sih datang banyakkan, sepertinya sama keluarganya. Namun, yang ditangkapnya itu memang cuma satu orang,” katanya, Rabu (20/6).

Manager Rumah Makan Sangkan Hurip, Adiana Jujur Ruhyat mengaku mendapatkan informasi mengenai penangkapan terduga teroris dari karyawannya pada Selasa (19/6) siang. “Pokoknya, dari informasi yang saya dapatkan dari beberapa karyawan, proses penangkapannya itu cepat sekali. Petugas langsung menyergap di mushola, pas dia lagi wudhu. Dia lalu dibawa ke mobil,” terangnya.

Pemilik rumah makan, Rodiah (50) mengatakan bahwa peristiwa penangkapan terduga teroris itu terjadi di musola. Kebetulan, kata dia, saat itu dirinya sedang melaksanakan shalat dzuhur. “Pas rakaat pertama, saya mendengar ada suara sedikit ribut. Saya dengar di samping saya ada yang ngomong, ‘Cepat! Cepat solatnya! Itu si Fajar dibawa,’ begitu,” katanya.

Rodiah mengaku sempat menyangka bahwa penangkapan itu merupakan peristiwa penculikan terhadap anak kecil. “Di mushala juga banyak orang. Saya kira ada anak kecil yang mau diculik. Waktu itu banyak yang panik,” tandasnya. (nie)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *