Ia tak ingin kota seperti beberapa daerah lain di Indonesia. Di mana ada sejumlah wilayah yang struktur birokrasinya hanya diisi tim sukses atau kolega tim pemenangan.
Sugiartha mengatakan, pemerintahan saat ini, pernah melakukan hal serupa. “Kalau yang dulu-dulu ada yang kurang dalam bekerja,” cetusnya.
Hasilnya pun banyak pekerjaan yang tak tuntas. Sehingga yang rugi justru rakyat kota yang menerima manfaat dari dilantiknya mereka.
Sugiartha mengatakan, pejabat-pejabat itu masih ada hingga sekarang. “Tak perlulah saya sebutkan, tapi ada saat ini,” cetusnya.
Ia menyindir soal kerja mereka yang tak memberikan hasil memuaskan. Misalnya dalam persoalan investasi, justru bukannya berhasil memudahkan investor masuk. Tapi malah, belum bisa menyelesaikan persoalan yang mendasari masuknya investasi.
“Mereka harusnya berpikir bagaimana caranya agar investor masuk, jangan malah (tersendat) begini,” sindirnya.
Ia meminta bagi pejabat yang merasa, segera melakukan pembenahan diri. Memperbaiki kinerjanya agar lebih baik lagi bagi daerah ini. Jika tidak mampu, ada baiknya mengajukan surat penguduran diri.
“Lalu kita beri ruang bagi kader-kader kita yang punya kreativitas, inisiatif, dan inovasi yang tinggi untuk bekerja,” tegasnya.


