NASIONAL

Tak Puas Entaskan Kemacetan

×

Tak Puas Entaskan Kemacetan

Sebarkan artikel ini

Sedangkan kepuasan dalam pelayanan, responden saat ini puas dengan kemudahan yang Pemkot Depok manjakan. Kepuasaan tersebut setelah Walikota membuat kebijakan perijinan satu pintu maupoun via online dalam mengurus administrasi yang dibutuhkan masyarakat Depok. Sementara, dari 11 indikator responden paling tidak puas di Upaya Pemkot Depok dalam mengentaskan kemacetan yang mencapai 85 persen.
Umumnya, dari hasil kuesioner, responden menjawab tidak puas karena masih terjadi kemacetan dimana-mana, dan lalu lintas semrawut. Disini pemkot tidak ada upaya secara optimal dalam meminimalisir kemacetan yang terjadi setiap hari, terlebih pada saat akhir pekan.

Selain survei dengan menyebar kuesioner, Radar Depok juga mencoba kembali menyasar masyarakat Depok milenial dengan vote di Instagram @radardepok. Kepuasan netizen tentang 11 pertanyaan yang diajukan di 11 hari tersebut, sangat beragam. Teknisnya, tiap hari diajukan satu pertanyaan, untuk pengumpulan suara dari pukul 19:30 sampai 18:30 di hari berikutnya. Jadi, pengumpulan dilakukan selama 23 jam, dengan pilihan suara, hanya puas dan tidak puas.

Bank bjb Tandamata

Selisih presentase yang terbesar ada pada pertanyaan yang bertemakan kesehatan, yakni 72 persen memilih puas dan 28 persen memilih tidak puas dari total 229 suara. Tetapi, ada kebalikannya untuk pertanyaan tentang kepuasan terhadap mengatasi kemacetan. Di tema tersebut, netizen memilih tidak puas sebanyak 66 persen, dan yang puas diangka 34 persen dari total 145 orang.

Sedangkan untuk tema yang lainnya, selisih puas dan tidak puasnya tidak terlalu jauh, yakni tidak lebih dari 10 persen selisihnya. Pemilih dalam survei di @radardepok dilakukan secara terbuka untuk netizen. Jadi, siapapun bisa memilih puas atau tidak puas dari pertanyaan yang diajukan tiap harinya melalui instastory. Sehingga, jumlah pemilihnya tidak sama di tiap pertanyaannya.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan, Kepala Bindang Bimbingan Keselamatan dan Ketertiban (Binkestib) Dishub Depok, Eddy Suparman menyebutkan, ada beberapa faktor terjadinya penyebab kemacetan. Antara lain, meningkatnya penduduk dan kendaraan. Sedangkan infrastruktur jalanan yang masih kurang. Tidak seimbang atau tidak sembading dengan kapasitas kendaraan roda dua dan empat yang melintas. Perkembangan ekonomi yang signifikan, membuat volume kendaraan roda dua dan empat pun meningkat. “60 sampai 70 persen kendaraan roda dua, sementara sisanya roda empat,” kata dia.