Suami Susi Sang ART Ferdy Sambo Minta Istrinya Jujur dan Ingat Anak

Susi ART Sambo diminta suaminya
Susi ART Sambo diminta suaminya agar berkata jujur saat menajalani kesaksian-Foto/M. Ichsan/Disway.id-

JAKARTA — Suami Susi ART Ferdy Sambo, Kujaeni Tamsil meminta kepada istrinya itu agar berkata jujur saat menjadi saksi. Susi menjadi pusat perhatian usai menjadi saksi kunci di kasus pembunuhan Brigadir J dalam sidang lanjutan Bharada Richard Eliezer.

Susi memberikan sejumlah kesaksian terkait peristiwa yang terjadi di rumah pribadi Sambo di Magelang, Jawa Tengah. Namun demikian, kesaksian Susi ART Sambo dinilai banyak berbohong terkait beberapa kejadian yang diduga menjadi motif pembunuhan Brigadir J.

Bacaan Lainnya

Bahkan Majelis Hakim sampai dibuat geram karena kesaksian Susi dinilai berbelit-belit dan banyak kepalsuan. Suami Susi ART Sambo, Kujaeni Tamsil, mengetahui istrinya tersebut ikut di persidangan tersebagai saksi.

Tamsil mengatakan telah bicara kepada Susi agar berkata dan menjadi saksi yang jujur. “Ya kalau saya tuh ngomong jangan bohong, orang itu nggak usah bohong, apa adanya yang jujur, orang jujur itu penting.

Ia bahkan jangan merasa takut karena telah dilindungi hukum. “Kalau orang nggak jujur ya ajur, hancur. Tinggal siapa yang terlibat, ngomong aja, nggak usah takut, kan ada hukum,” ujar Kujaeni seperti dikutip dari Channel YouTube salah satu TV Swasta.

Tamsil menegaskan, seharusnya Susi jangan pernah takut kepada siapa pun. Ia meminta lebih baik mengingat anak sendiri daripada harus membela orang lain secara terpaksa.

“Harapan saya kayak gitu, saya suruh jujur aja. Nggak usah takut siapa-siapa, nggak usah bela siapa-siapa, bela anak lah, keluarga,” jelasnya.

Kamaruddin Akan Laporkan Susi ART Sambo

ART Ferdy Sambo, Susi telah membuat keluarga Brigadir J merasa sangat geram dengan kesaksian yang diberikannya. Susi disebut telah memberikan keterangan palsu saat menjadi saksi untuk terdakwa Bharada E pada Senin, 31 Oktober 2022.

Pengacara keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak sampai akan melaporkan Susi ke polisi. Kamaruddin bahkan sudah menyiapkan laporan ke Susi dengan menggunakan Pasal 242 KUHP.

“Bakal kami laporkan (Susi) dengan Pasal 242 KUHP,” ucap Kamaruddin pada Selasa, 1 November 2022.

Diketahui bahwa jika dalam memberikan keterangannya, seorang saksi memberikan keterangan yang tidak benar (palsu) maka dapat dikenakan ancaman pidana sebagai tindak pidana keterangan palsu.

Seperti yang sebagaimana diatur dalam Pasal 242 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (disebut KUHP). Sebelumnya Susi mendadak mencabut keterangannya saat dihadirkan menjadi saksi untuk terdakwa Bharda E.

Susi melakukan itu saat majelis hakim menskors sidang setelah 3 ajudan Sambo yakni Anzan romer, Daden Miftahul Haq, dan Prayogi Iktara Wikaton selesai diperiksa. Awalnya hakim bertanya ke Susi soal anak terakhir atau keempat dari Ferdy Sambo dan Putri Candrawtahi.

Kemudian Susi menjawab kalau anak keempat Sambo dan Putri itu merupakan anak dari hasil adopsi. “Saudara (Susi) sudah dengar ya, keterangan Daden soal anak?,” tanya hakim Wahyu Iman Santosa ke Susi di PN Jakarta Selatan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *