Bappeda Kota Sukabumi Prioritaskan Program Strategis Daerah di 2023

Reni Rosyida Mutmainah
Kepala Bapeda Kota Sukabumi Reni Rosyida Mutmainah

CIKOLE— Dalam upaya mengatasi anggaran daerah yang mengalami defisit, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi sudah melakukan berbagai langkah strategi untuk optimalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2023.

Sebab optimalisasi anggaran tersebut berdampak pada pembangunan derah. “Untuk saat ini defisitnya sebesar Rp 72 miliar karena trsansfer dari pusat itu berkurang.

Bacaan Lainnya

Nah jadi gini kemarin (saat Paripurna), walikota menyebutkan Kota Sukabumi mengalami defisit Rp90 miliar, itu maksudnya sebagai perbandingan antara pendapatan dengan pembelanjaan sehingga menjadi pengurangan,” ujar Kepala Bapeda Kota Sukabumi Reni Rosyida Mutmainah Kepada Radar Sukabumi, Kamis (3/11).

Terjadinya defisit ini, disebabkan Dana Alokasi Khusus (DAK) menurun dan Dana Insentif Daerah (DID) pun tidak ada alokasinya.

Adapun langkah-langkah strategis yang akan dilakukan untuk mengatasi defisit ini yakni dengan menyisir kembali belanja daerah dan program-program yang bersifat penunjang akan kurangin. “Selanjutnya kita akan mengecek kembali usulan-usulan belanja dan akan fokus pada outcome nya,” aku Reni.

Ia menambahkan, defisit ini akan berdampak pada pemabangunan daerah atau program strategis pemerintah, sebab defisit yang dialami dinilai cukup besar.

“Maka kita akan memilah apa yang menjadi program strategis pemeritah daerah di 2023 akan di priortaskan, sebagai janji politik walikota sukabumi yaitu pembangunan sport center tinggal lima kelurahan lagi yang kita akan diselesaikan,” pungkasnya. (cr4/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *