Sri Mulyani : Subsidi Kuota Internet Cair September, Begini Penjelasannya

  • Whatsapp
Sri Mulyani
Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati/Repro

JAKARTA -– Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, Pemerintah kembali memberikan bantuan subsidi kuota internet bagi pelajar, mahasiswa, dan tenaga pendidik. Bantuan itu berlaku untuk periode September hingga November 2021.

Ada jeda satu bulan tidak adanya pemberian subsidi kuota pada Agustus 2021. Ani menyebut, hal itu disebabkan karena ada pembaruan data bagi siswa dan mahasiswa pada tahun ajaran baru. Perubahan disebabkan karena pasti adanya peralihan siswa misalnya dari PAUD ke Sekolah Dasar.

Bacaan Lainnya

Agar tepat sasaran, maka pembaruan data amat diperlukan. Meski begitu, Ani memastikan besaran kuota internet yang diterima tidak berubah. ‘’Untuk kebijakannya tidak berubah, termasuk berapa besar kuota internet yang diterima,’’ ujarnya pada konferensi pers virtual, kemarin (4/8).

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikdburistek) Nadiem Makarim bantuan yang diberikan tiga bulan (September-November) itu ditujukan bagi 26,8 juta siswa, mahasiswa, guru dan dosen. Rinciannya, siswa PAUD mendapat 7 gb/bulan, siswa sekolah dasar dan menengah 10 gb/bulan, pendidik paud-menenga 12 gb/bulan, serta mahasiswa dan dosen 15 gb/bulan.

”Kami memberikan fleksibilitas, semua kuota umum dapat digunakan untuk mengakses seleuruh laman dan aplikasi,” katanya.

Kecuali, laman atau aplikasi yang diblokir oleh Kominfo dan yang tercantum di situs resmi bantuan kuota data internet. ”Jadi ada yang sifatnya tidak untuk pendidikan, jadi kita keluarkan,” sambungnya. Untuk skema penyaluran, kepala satuan pendidikan diminta segera mengupdate data siswa, mahasiswa, guru, dan dosen di institusinya.

Update data dilakukan pada sistem data pokok pendidikan dan pangkalan data pendidikan tinggi. Update ini termasuk nomor handphone dari seluruh warga sekolah tersebut. “Karena masuk tahun ajaran baru akan ada banyak murid baru,”ungkapnya.

Setelahnya, kepala satuan pendidikan harus mengunduh SPTJM dan mengunggahnya kembali di vervalponsel. data.kemdikbud.go.id untuk jenjang PAUD hingga SMA. Sementara, perguruan tinggi di kuotadikti,kemdikbud.go.id. Update paling lambat dilakukan pada 31 Agustus 2021.

”Kami akan menyalurkan bantuan kuota pada setiap tanggal 11 dan 15 di Bulan September, OKtober, dan November. Kuota berlaku 30 hari sejak diterima,” jelas mantan bos Gojek tersbeut.

Sementara, mengenai bantuan UKT, Nadiem menjelaskan, bahwa bantuan diberikan at cost sesuai besaran UKT dengan maksimal nilai UKT sebesar RP 2,4 juta per mahasiswa. Apabila UKT lebih besar dari itu, maka selisih menjadi kebijakan dari perguruan tinggi sesuai kondisi mahasiswa. ”Jika lebih besar, itu diskresi perguruan tinggi. Apakah diberikan keringanan, penundaan, pencicilan, atau menghapuskan,” paparnya.

Dia menegaskan, bantuan ini diberikan pada mahasiswa aktif. Selain itu, mereka bukan penerima bantuan lainnya seperti KIP-kuliah ataupun bidikmisi.

Untuk bisa mendapatkan bantuan ini, lanjut dia, mahasiswa bisa langsung mendaftar ke pimpinan perguruan tinggi. Setelahnya, pimpinan perguruan tinggi mengajukan ke Kemendikbudristek. Karenanya, ia mendorong perguruan tinggi untuk segera mendata dan mengajukan mahasiswa yang mebutuhkan bantuan ini.

Apabila pihak perguruan tinggi tidak mengajukan, sementara ada mahasiswa yang membutuhkan maka pihaknya tak akan ragu memberikan sanksi.

Sanksi ini bisa berupa pinalti kinerja pada alokasi anggaran dari pemerintah. ”Karena bantuan UKT ini untuk memastikan tidak ada mahasiswa yang putus kuliah karena alasan keuangan,” pungkasnya.

Sementara itu Menteri agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan lebih dari 10 juta siswa dan 1,6 juta mahasiswa di bawah naungan Kemenag terdampak pandemi Covid-19.

Dia menjelaskan ada sejumlah kebijakan yang dijalankan Kemenag sebagai komitmen untuk mencerdaskan bangsa Indonesia di tengah menurunkan perekonomian masyarakat akibat pandemi Covid-19.

Termasuk pembagian bantuan kuota internet, tahun lalu juga sudah dijalankan oleh Kemenag.

’’Saya menyambut baik dan mendukung sepenuhnya untuk melanjutkan bantuan kuota internet dan bantuan uang kuliah tunggal 2021,’’ katanya. Kebijakan ini menurut Yaqut, merupakan komitmen pemerintah memastikan pembelajaran terus berlangsung pada situasi apapun.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *