“Kami sangat bersyukur bisa ikut mendukung kebutuhan para pengungsi. Data dan pendampingan dari Gerakan Anak Negeri membuat bantuan bisa tepat sasaran,” ujarnya.
Bagi para relawan, bantuan ini bukan semata soal logistik, melainkan tentang kebersamaan dan empati. Dari Bogor dan Jawa Barat, kepedulian itu dititipkan untuk Aceh.
Di tengah tenda-tenda pengungsian, seragam sekolah menjadi simbol kecil bahwa anak-anak penyintas masih memiliki alasan untuk bermimpi, meski kampung halaman mereka telah hilang.(**)






