NASIONAL

Sepanjang 2024, Banjir dan longsor dominasi 5.593 Jejadian Bencana

×

Sepanjang 2024, Banjir dan longsor dominasi 5.593 Jejadian Bencana

Sebarkan artikel ini
Alasan Pemkab Sukabumi Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana di Tiga Kecamatan
Pemerintah Kabupaten Sukabumi kembali memperpanjang status masa tanggap darurat bencana di daerah itu selama tujuh hari ke depan, namun tidak untuk seluruh kecamatan terdampak bencana.

JAKARTA — Sepanjang tahun 2024, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan jenis bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor hingga cuaca ekstrem adalah yang mendominasi dari 5.593 kejadian bencana yang melanda Indonesia.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers yang digelar secara daring di Jakarta Selasa, mengatakan bahwa secara keseluruhan untuk bencana banjir ada sebanyak 2.284 kejadian, tanah longsor sebanyak 933 kejadian, cuaca ekstrem sebanyak 1.432 kali kejadian, dan selebihnya adalah gempa bumi, erupsi gunung api, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan, dan gelombang pasang hingga abrasi.

Bank bjb Tandamata

“BNPB bersama kementerian-lembaga terkait melakukan langkah terintegrasi dari hulu-hilir secara komprehensif mendampingi pemerintah daerah dalam menangani dampak bencana, dan dari kejadian ini penanggulangannya juga ada yang dilakukan secara mampu oleh pemerintah daerah,” katanya.

Menurut dia, peristiwa bencana banjir, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem ini terjadi dipicu oleh tingginnya intensitas hujan yang mengguyur secara merata di Indonesia, dan kian diperparah oleh masifnya alih fungsi hutan atau lahan terbuka hijau hingga tidak beroperasinya sistem saluran pembuangan air.

Oleh karena itu dampak yang ditimbulkan akibat bencana hidrometeorologi tersebut kepada masyarakat pun tergolong besar. BNPB mengiventarisasi secara keseluruhan korban akibat banjir ada sebanyak 5,7 juta orang, dan untuk tanah longsor sebanyak 71 ribu orang, begitupun untuk cuaca ekstrem yang merata hampir di seluruh daerah.

“Sepanjang 2024 ada 400-an orang warga meninggal dunia. Jumlah ini meningkat dibandingkan frekuensi kejadian bencana 2023 yang berjumlah 200-an orang meninggal dunia,” kata dia.