Abdul menjabarkan bahwa peristiwa bencana yang menelan korban jiwa paling banyak terjadi pada bulan Maret, Mei, dan November. Pihaknya mencatat pada bulan Maret akibat banjir dan tanah longsor totalnya ada sebanyak 45 orang meninggal dunia di Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat, Kabupaten Bandung Jawa Barat, Kabupaten Kudus Jawa Tengah, dan Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah.
Pada bulan Mei 2024 total ada sebanyak 76 orang meninggal dunia akibat banjir, tanah longsor di Kabupaten Tanah Datar-Agam Sumatera Barat, Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan, Kabupaten Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan. Kemudian pada bulan November total 40 orang meninggal dunia di Kabupaten Karo – Deli Serdang di Sumatera Utara, dan Kabupaten Soppeng Sulawesi Selatan.
“Berkat koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dalam hal ini BNPB dan kementerian/lembaga terkait dengan pemerintah daerah maka mulai dari fase tanggap darurat bencana-fase rehabilitasi dan rekonstruksi semua bisa cepat diatasi demi mempercepat pemulihan sosial-ekonomi masyarakat,” ujarnya.(*)






