HRW meminta pemerintah negara-negara lain untuk menerapkan sanksi yang ditargetkan dan menangguhkan transfer senjata untuk menekan pemerintah Israel dan memastikan akses terhadap bantuan kemanusiaan.
Pekan ini, lebih dari 50 kelompok hak asasi manusia internasional menyerukan deklarasi resmi mengenai kelaparan di Gaza, dan menyalahkan Israel atas pemblokiran bantuan dan kelaparan warga sipil, yang bertentangan dengan hukum internasional.
Pernyataan tersebut dipublikasikan di situs Euro-Med Monitor, dan mengatakan bahwa tingkat makanan telah menurun secara signifikan akibat operasi darat Israel di Rafah dikutip dari New Arab.
Bulan lalu, Oxfam melaporkan bahwa hampir seluruh penduduk Gaza mengalami kelaparan ekstrem, dan masyarakat di Gaza utara terpaksa bertahan hidup hanya dengan 245 kalori sehari, yang jumlahnya kurang dari sekaleng kacang-kacangan.
Perang Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 36.000 warga Palestina dan melukai sedikitnya 81.000 lainnya. Sekitar 80 persen dari 2,3 juta penduduk Gaza terpaksa meninggalkan rumah mereka, sementara seluruh lingkungan diratakan oleh pemboman.
Laporan menyatakan bahwa pasukan keamanan Israel juga telah memberi informasi kepada aktivis sayap kanan Israel mengenai lokasi konvoi bantuan kemanusiaan, sehingga memungkinkan mereka untuk menyerang truk yang menuju ke Gaza.
Selama berbulan-bulan, kelompok sayap kanan Israel, terutama Tzav 9, telah menyerang konvoi bantuan yang memberikan bantuan kepada warga Palestina di Gaza.(*)






