Konferensi United Cities And Local Goverment Asia Pacific (UCLG) ASPAC resmi dibuka, kemarin (13/9). Konferensi internasional yang yang dihadiri 40 negara itu memilih Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebagai calon tunggal Presiden UCLG ASPAC.
Hal itu disampaikan Presiden UCLG ASPAC yang juga Gubernur Provinsi Jeju, Korea Selatan Won Hee Ryong di Dyandra Convention Center. Pernyataan yang sama juga disampaikan Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC Bernardia Irawati.
“Sampai saat ini kami mempunyai satu kandidat untuk calon presiden UCLG ASPAC. Satu kandidat itu adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Banyak anggota (UCLG) yang menaruh rasa hormat kepadanya,” kata Ryong.
Atas pernyataan tersebut, Risma mengaku senang. Katanya, dia akan terus mengupayakan Surabaya menjadi kota yang layak huni. Yakni, melalui program dan kebijakan pemerintah kota. “Kami berharap dapat membuat lebih banyak kerjasama antar kota di dunia. Harapannya bisa meningkatkan kualitas hidup di Surabaya,” ujar Risma.
Perempuan asal Kediri itu tidak menyebut rinci program dan kebijakan seperti apa yang akan dijalankan nantinya. Hanya saja, Risma mengaku terinspirasi sejumlah program dan kebijakan di Huang Zhou, Tiongkok. Menurutnya, aspek kemajuan teknologi di kota itu patut ditiru dan diaplikasikan.
Terutama, bagi kota dengan anggaran pendapatan belanja daerah yang terbatas. “Aku tertarik mengambil ilmu dari kota itu. Kami bisa langsung contek ilmunya. Tujuannya, mengembangkan ide-ide di kalangan pelaku startup di Surabaya,” kata Risma.
Atas pencalonan itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan dukungannya. Anies mengatakan kota di Indonesia memang perlu lebih banyak lagi tampil dan menawarkan karya di level internasional. “Ya bagus. Positif. Indonesia tidak boleh melihat dirinya sebagai pemain lokal. Apalagi, sudah banyak kota di Indonesia yang terkenal pada level internasional,” kata Anies.
Meski demikian, Anies berpesan agar Risma memanfaatkan koneksi dengan pemerintahan negara lain. Yakni, dalam hal pembelajaran, menerapkan metode pembangunan kota dan sumber daya manusia dari negara lain.
Anies juga berharap ada tindak lanjut dari Pemerintah Kota Surabaya. Sehingga, UCLG ASPAC tidak hanya sebagai ajang membangun jaringan dengan pemerintah daerah negara lain. “Harapan saya, Risma dapat menjadikan forum UCLG ASOAC sebagai ajang tukar pikiran dan pengalaman. Jadi tidak bisa sekadar copy paste (meniru). Setiap kota di dunia tantangannya berbeda dalam pengelolaan,” mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) tersebut.
(HDR/JPC)



