“Pertimbangan lain, usia beberapa anggota dewan pengarah sudah cukup sepuh. Sebut saja Prof. Emil Salim dan Prof. Bambang Kesowo, yang selama ini bekerja di lantai yang sangat tinggi,” bebernya.
Oleh karena itu, Laksana beralasan ruangan seyogianya dijadikan satu demi efektivitas koordinasi dan komunikasi. Selain itu, ruangan yang dulunya kebesaran, mewah, berlebihan, akan diubah dan difungsikan menjadi jauh lebih optimal. Laksana menekankan, rencana renovasi yang semula dianggarkan Rp 6,1 miliar dibatalkan. Ke depan, penataan harus selalu menekankan pada fungsionalitas dan efisiensi anggaran.
’’Ruangan yang ada di lantai 2 nantinya adalah ruang rapat besar dan kecil, ruang kerja dewan pengarah (2 Wakil Ketua, Sekretaris, 6 anggota Dewan Pengarah BRIN. Ruang kerja Ketua Dewan Pengarah tidak ikut diubah sama sekali. Seperti rencana semula” ungkap Laksana. (*)




