JAKARTA– Hiruk pikuk wacana penundaan Pemilu tak hanya dibicarakan di kalangan elit dan masyarakat yang melek politik. Petani tambak bandeng dan udang Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, pun turut menyorotinya.
Dengan membentangkan spanduk bertuliskan tangan “Pemilu untuk siapa? Kami butuh makan, bukan Pemilu”. Perwakilan petani Sugeng AshPetani ari mengatakan pihaknya sengaja menyuarakan hal tersebut.
Itu lantaran kesal dengan perilaku elit yang seolah menutup mata dengan kondisi ekonomi masyarakat. Padahal, selama pandemi pendapatan mereka anjlok hingga 50 persen. “Ini masih susah semua. Sekarang permintaan ikan mulai naik, tapi belum normal seperti dulu,” kata Sugeng dalam keterangannya Senin (21/3/2022).
Ia menuturkan, sejak pandemi tidak ada satu pun partai politik yang memberikan perhatian serius terhadap nasib mereka. Sekalipun ada yang datang, hal itu hanya dalam rangka kunjungan biasa. “Ramainya pas pemilihan, minta dukungan. Lha, ini belum apa-apa sudah mau Pemilu lagi,” ujarnya.
Menurut Ashari, masyarakat tidak anti terhadap Pemilu. Namun, akan lebih baik jika saat ini elit politik mencari solusi atas masalah yang dihadapi masyarakat. “Kalau cuma datang minta dukungan, setelah itu pergi buat apa Pemilu,” tegas Ashari.






