PAPUA – Korps Pembinaan Masyarakat (Korbinmas) Baharkam Polri bersama dengan Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) menggelar penanaman jagung dan panen jagung yang dilaksanakan di Dusun Yawarub, Kampung Asyaman, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Papua, Kamis (21/9).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol Hary Sudwijanto, Pendiri FKDB Ayep Zaki, Anggota Komisi IV DPR RI Sulaeman L. Hamzah, dan Wakil Bupati Keerom. Hadir pula, masyarakat Orang Asli Papua (OAP) diantaranya diwakili oleh Kepala Kampung Skanto yang diwakili oleh Kepala Suku dan petani.
Hary Sudwijanto menyampaikan bahwa tugas Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi berkeadilan.) “Prediktif adalah salah satu konsep pendekatan pemolisian prediktif (predictive policing) yang diwujudkan dalam bentuk Kerjasama dalam bidang pertanian yang dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas perekonomian rakyat setempat,” kata Hary.
Sementara itu, Ayep Zaki juga menyampaikan bahwa ini merupakan program kerjasama antara FKDB dan Polri. “Tujuan kerjasama ini untuk meningkatan kualitas dan produktivitas budidaya jagung dan kedelai, yang sudah memasuki panen ketiga dengan hasil yang cukup baik,” ujar Ayep Zaki yang juga pengusaha di bidang pertanian asal Sukabumi.
Selain itu, Sulaeman juga menyampaikan hal yang sama bahwa. Bahwa dia akan mendukung kegiatan pertanian yang dilakukan Polri. “Dan kami juga akan menyumbang tractor roda empat untuk wilayah Suskun,” imbuhnya
Wakil Bupati Keerom, Kepala Suku, Kepala Kampung dan Kelompok Tani memberikan respons baik dengan adanya ilmu pengetahuan tentang tata cara bercocok tanam yang baik dan benar. Karena ada tempat pelatihan dan dapat bersama-sama membudidayakan jagung di wilayah ini sehingga memberikan dampak yang positif terhadap ketahanan pangan di Papua.
Setelah penanaman secara simbolis, kegiatan dilanjut dengan panen jagung dengan hasil mencapai 6,8 ton per hektare. Sedangkan lahan yang dipersiapkan seluruhnya sekira 50 hekatre. Adapun lahan yang sudah ditanam sekira 30 hektare dan pada musim tanam di bulan September dan Oktober akan ditanam lagi di lahan seluas 20 hektare, Sehingga rencana panen kurang lebih pada awal Januari 2024. (izo)




