Polisi Sebut Anggota Teroris NII Tidak Mau Melakukan Hal ini

Ilustrasi: Personel Densus 88 Anti Teror membawa terduga teroris menuju mobil tahanan setibanya di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (18/3/2021). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JAKARTA — Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Aswin Siregar membeberkan, orang yang tergabung jaringan teroris Negara Islam Indonesia (NII), salah satunya adalah menolak untuk melakukan salat secara berjamaah dengan masyarakat biasa.

Hal ini dikatakan Aswin, setelah sebelumnya Densus 88 Antiteror Polri beberapa waktu lalu berhasil membekuk 16 orang tersangka teroris yang tergabung dalam kelompok radikal NII, di wilayah Sumatera Barat.

Bacaan Lainnya

“Kalau dari ciri fisik mungkin tidak ya. Tapi kalau ciri seperti ekslusifitas kemudian tidak mau gabung beribadah berjamaah dengan kelompok masyarakat biasa itu ada. Tapi kalau fisik tidak ada,” ujar Aswin kepada wartawan, Rabu (20/4).

Aswin juga mengapresiasi masyarakat di Sumatera Barat yang sudah menolak keberadaan jaringan teroris tersebut. Para tokoh di Sumatera Barat saat ini terus melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak bergabung ke jaringan teroris NII.

“Sekarang fenomena yang penting diangkat adalah bahwa berbondong-bondong masyarakat di sana baik dari kalangan tokoh pemuda, tokoh adat, melakukan kegiatan yang moderat lebih moderat bikin seminar untuk menolak,” katanya.

Aswin berharap ditangkapnya 16 orang tersebut, orang-orang yang bergabung dengan NII untuk bisa meninggalkan kelompok teroris tersebut. Polisi pun akan terus mengawasi masyarakat yang bergabung ke kelompok tersebut.

“Kita tentu harapkan dengan adanya penangkapan ini dan penegakan hukum ini bisa segera menghentikan dan meninggalkan ajaran dari kelompok ini,” ungkapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.