Dari beberapa program BSPS yang telah dilaksanakan tahun 2018 lalu, Khalawi mengatakan sangat terasa bahwa masyrakat sangat terbantu. Meskipun nilai bantuan terhitung kecil, yakni Rp. 15 juta per rumah, namun BSPS mampu memicu perbaikan rumah dengan kualitas yang 300 hingga 400 persen jauh melebihi anggaran.
“Setelah kami lihat ternyata ada tetangganya yang bantu batu, semen, dan materaial lain. Anak-anak mereka yang di rantau juga mengirim bantuan agar rumah ibunya jadi bagus,” kata Khalawi.
Program stimulan yang tidak besar ini kata Khalawi terbukti telah memicu keswadayaan masyrakat. Jika tidak diberi stimulus, maka warga ragu-ragu untuk merenovasi rumahnya karena takut tidak cukup uang.
“Dengan stimulus ini, nilai properti warga yang rumahnya di rehab juga bisa meningkat. Dari nilai bantuan Rp. 15 juta, jadi bernilai RP. 50 juta,” jelas Khalawi.
(tau)






